Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Grand Prix Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026) bakal menjadi kesempatan bagi Veda Ega Pratama untuk kembali naik podium Moto3.
Meski harus menghadapi tantangan berat pada musim debutnya, pembalap Honda Team Asia itu berharap bisa memanfaatkan balapan di kandang sendiri untuk meningkatkan prestasinya.
Veda mengawali rangkaian GP Indonesia dengan menempati posisi ke-10 pada sesi latihan bebas pertama (FP1) yang digelar, kemarin. Ia mencatatkan waktu 1 menit 38,746 detik, terpaut sekitar 1,2 detik dari pembalap tercepat, David Almansa.
Meski belum jadi yang tercepat, Veda menilai sesi latihan tersebut berjalan baik. Pembalap berusia 17 tahun itu pun optimistis dapat meningkatkan penampilan pada sesi kualifikasi dan balapan.
Baca juga : Prabowo: Indonesia Cerah
“Ya tadi berjalan bagus,” kata Veda usai mengikuti FP1.
Optimisme tersebut menjadi modal penting bagi Veda yang tengah berupaya bangkit setelah mengalami penurunan hasil dalam beberapa seri terakhir. Setelah mengumpulkan 26 poin dari dua seri pembuka musim ini, ia hanya menambah delapan poin dalam empat balapan berikutnya.
Veda finis di posisi ke-20 pada GP Aragon, ke-18 di Misano, ke-13 di Austria, dan ke-11 di Motegi, Jepang. Hasil tersebut membuatnya turun ke peringkat kedelapan klasemen sementara Moto3 2026. Dalam klasemen rookie, ia berada di posisi ketiga, di belakang Brian Uriarte dari Spanyol dan Hakim Danish asal Malaysia.
Mandalika bukan lintasan asing bagi Veda. Sebelum naik ke kelas Moto3, ia mengukir sejumlah prestasi di sirkuit tersebut saat berlaga di Asia Talent Cup (ATC) dan Asia Road Racing Championship (ARRC).
Baca juga : Komentari Putusan MK, Jokowi Pastikan Gibran Sudah S1
Pada ATC 2022, Veda meraih dua kemenangan beruntun di Mandalika. Ia mengulangi pencapaian itu pada musim berikutnya dengan kembali memenangi dua balapan. Hasil tersebut turut mengantarkannya menjadi juara ATC 2023 setelah mengoleksi sembilan kemenangan dan total 256 poin sepanjang musim.
Veda juga tampil kompetitif ketika berlaga di kelas Asia Production 250 (AP250) dalam ARRC 2024. Ia finis di posisi ketiga pada balapan pertama dan menjadi runner-up pada balapan kedua, dengan total 36 poin dalam seri Mandalika.
Rekam jejak tersebut tentu saja menjadi modal bagi Veda untuk menghadapi GP Indonesia. Namun, tantangan di Moto3 jauh berbeda. Ia harus beradaptasi dengan karakter motor dan persaingan yang lebih ketat di kelas dunia.
Pekerjaan rumah Veda terlihat dari hasil sesi latihan. Setelah menempati posisi ke-10 pada FP1, ia turun ke urutan ke-12 dalam sesi practice. Catatan itu menunjukkan bahwa ia masih perlu meningkatkan kecepatan untuk mendekati para pembalap terdepan.
Baca juga : Karhutla Kembali Membara, Malaysia Ngomel-ngomel
Upaya kembali ke podium juga tidak mudah. Veda sempat dua kali finis di posisi ketiga dalam lima balapan awal musim ini. Namun, setelah itu, ia belum kembali naik podium dalam 11 balapan beruntun. Hasil terbaiknya selama periode tersebut adalah finis kelima di GP Ceko.
Persaingan di Mandalika juga akan diwarnai penampilan para rival yang lebih konsisten. Brian Uriarte, misalnya, mampu meningkatkan performa setelah meraih kemenangan di GP Italia. Pembalap Spanyol itu kini menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan 187 poin, unggul 82 angka dari Veda.
Dominasi KTM turut menjadi tantangan bagi Honda. Berdasarkan data dalam laporan berbagai sumber, Honda baru meraih satu kemenangan dari 16 balapan yang telah berlangsung, melalui Guido Pini dari Leopard Racing di GP Austin. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya