Dark/Light Mode

Pecahkan Rekor Dunia, Veddriq Dan Kiromal Tatap Olimpiade Tokyo

Kamis, 3 Juni 2021 06:37 WIB
Dua atlet muda panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin. (Foto : Kemenpora)
Dua atlet muda panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin. (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sukses meraih emas dan memecahkan rekor dunia, dua atlet muda panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin bersiap menuju pentas Olimpiade Tokyo 2021.

Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing asal Kalimantan Barat (Kalbar) sebelumnya memecahkan rekor dunia ajang IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat.

Pemuda kelahiran Pontianak tersebut sukses mengungguli rekan setimnya, Kiromal Katibin untuk nomor speed putra.

Berita Terkait : Indonesia Targetkan Tambah Kuota Atlet Panahan Di Olimpiade Tokyo

Kedua atlet tersebut mencatatkan rekor baru dalam kurun waktu beberapa jam saja. Rekor pertama pada hari itu dipecahkan oleh Kiromal Katibin dalam putaran pertama babak kualifikasi dengan waktu 5,258 detik, mengungguli Leonardo yang berada di posisi kedua dengan 5,375 detik.

Leonardo melesat memanjat ke atas dinding setinggi 15 meter untuk finis tercepat dengan catatan waktu 5,208 detik dan mengalahkan Kiromal Katibin. Sukses menorehkan prestasi, Veddriq merasa semringah.

“Saya sangat senang bisa meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia,” kata Leonardo.

Berita Terkait : Basket Putri 3x3 Siap Bersaing Menuju Olimpiade Tokyo

Kami tidak datang ke sini untuk meraih kemenangan, kami datang untuk memecahkan rekor,” ujar pemuda 24 tahun tersebut.

Ini bukan menjadi pretasi pertama yang ditorehkan Veddriq Leonardo. Sebelumnya ia berhasil menyabet perunggu dalam ajang IFSC di Moscow, Rusia pada 2018 silam. Ia juga mendapat medali emas dalam ajang Asian Championship 2019 dan PRA-PON XX Zona 3.

Sementara prestasi yang diraih Kiromal Katibin juga cukup menjanjikan. Pemuda kelahiran Batang, 21 Agutus 2001 itu tak hanya menyumbang medali perak nomor speed pada Piala Dunia Panjat Tebing IFSC 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Bawaslu Kalsel Akan Copot Spanduk Berbau Kampanye

Katibin, sempat memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 5,258 detik. Dua catatan waktu itu memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang pemanjat tebing Iran Reza Alipour dengan waktu 5,480 detik. Bagi Katibin, raihan di Negeri Paman Sam tidaklah mudah.

Dia mempersiapkan diri di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak Juli 2020 lalu. ''Kejuaraan di Amerika ini yang pertama sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Selama itu, aku hanya berlatih dan lakukan evaluasi diri. Saat akan mengikuti kejuaraan dunia di Salt Lake City, sangat semangat. Memecahkan rekor dunia yang dipegang Reza Alipour adalah target utama di IFSC 2021. Saya optimistis, karena catatan waktu saat latihan lebih bagus,'' kata Katibin.

Panjat Tebing Indonesia mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Ada ambisi lebih besar pada diri Katibin yakni emas Olimpiade Prancis 2024 nanti. Dia akan mempersiapkan diri lebih baik akan terus konsisten bisa masuk ke tim Indonesia. ''Saya dan Veddriq membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,'' tandas dia. [IPL]