Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
RM.id Rakyat Merdeka - Manajer Arsenal Mikel Arteta mengecam tindakan rasial kepada Bukayo Saka setelah dia gagal dalam adu penalti melawan Italia pada final Euro 2020. Arteta juga berharap hukum ditegakkan dalam kasus anak asuhnya itu.
Pemain berusia 19 tahun itu gagal menendang penalti setelah dua rekan satu timnya Marcus Rashford (23) dan Jadon Sancho (21) juga gagal dalam adu penalti itu. Ketiganya lalu menjadi sasaran pelecehan rasial online.
Baca juga : Brantas Abipraya Angkat Dua Direksi Baru
Arteta mengaku sudah berbicara dengan Saka dan yakin dia akan baik-baik saja.
"Dia berkarakter begitu kuat. Dia sudah mendapatkan cinta dan dukungan dari sepak bola dunia, bukan hanya dari penggemar Arsenal tapi juga penggemar timnas dan Inggris karena tidak tak pantas mengalami apa pun yang sudah dia lewati itu," kata Arteta seperti dikutip Reuters.
Baca juga : Airlangga Mantapkan Kerja Sama Bilateral Dengan Singapura
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar pertemuan dengan perusahaan-perusahaan media sosial untuk meminta mereka berbuat lebih dalam memerangi pelecehan rasis online.
"Semoga hukum akan semakin tegas. Semoga bisa berdampak besar karena inilah saat yang tepat untuk meluruskannya," kata Arteta. [IPL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya