Dark/Light Mode

Pemuda Lokal Menyala, Operasionalkan Smelter Harita Nickel

Sabtu, 27 September 2025 12:48 WIB
DWI PAMBUDO / RM
Aktivitas pekerja dengan penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya saat melakukan proses (Tapping) mengeluarkan cairan feronikel dan slag dari tungku listrik (furnace) di Smelter HJF Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025).
Aktivitas pekerja dengan penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya saat melakukan proses (Tapping) mengeluarkan cairan feronikel dan slag dari tungku listrik (furnace) di Smelter HJF Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025).

Hiruk pikuk dapur raksasa yang mengubah bijih nikel menjadi bernilai terlihat dari aktivitas pekerja dengan penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya saat melakukan proses (Tapping) mengeluarkan cairan feronikel dan slag dari tungku listrik (furnace) di Smelter HJF Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025).

Operasi industri skala besar yang melibatkan mesin-mesin raksasa, suhu panas tinggi dari tungku peleburan, dan penggunaan alat-alat berat untuk memaksimalkan pemanfaatan hasil slag nikel sesuai prinsip ekonomi sirkular. untuk berbagai keperluan berkelanjutan, antara lain sebagai filler infrastruktur batako, beton, jalan internal.

Sebagai media pembenah tanah (soil ameliorant) di area reklamasi, dengan uji coba menunjukkan slag memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman seperti sengon dan kayu putih.

Untuk membangun terumbu karang buatan (artificial reef cubes). Hingga 2024, sebanyak 1.871 unit reef cube telah dipasang untuk memperkuat ekosistem laut, meningkatkan keanekaragaman hayati pesisir, dan mendukung penghidupan masyarakat nelayan lokal.

Harita Nickel mempunyai program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA). Program vokasi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal khususnya pemuda di sekitar area operasi Harita Nickel. Peserta Pelita pada batch pertama mendapatkan pelatihan operator Wheel loader, batch kedua pelatihan overhead crane dan sertifikasi (SIO) untuk peserta dari masyarakat lokal yang sebelumnya non-skilled dan batch ketiga pelatihan bahasa Mandarin Mandarin (level HSK 1–3) untuk peserta dari Desa Soligi Kawasi.

Program Pelita memberikan kesempatan bagi tenaga lokal untuk mendapatkan keterampilan teknik yang dibutuhkan dalam operasional smelter atau pertambangan. Sehingga mengurangi kebutuhan tenaga ahli dari luar serta meningkatkan peluang kerja masyarakat lokal.