Dark/Light Mode

DPR Bahas Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Desak Pembentukan TGPF

Selasa, 31 Maret 2026 17:57 WIB
TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Dimas Bagus Arya (kiri) bersama Kuasa Hukum sekaligus Ketua Badan Pengurus KontraS Indria Fernida (tengah) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (kanan) menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang diduga melibatkan prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Dalam forum itu, mereka meminta DPR mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna memastikan pengusutan kasus berjalan tuntas serta proses peradilan dilakukan di peradilan umum secara paralel dengan penanganan di Puspom militer.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Dimas Bagus Arya (kiri) bersama Kuasa Hukum sekaligus Ketua Badan Pengurus KontraS Indria Fernida (tengah) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (kanan) menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang diduga melibatkan prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Dalam forum itu, mereka meminta DPR mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna memastikan pengusutan kasus berjalan tuntas serta proses peradilan dilakukan di peradilan umum secara paralel dengan penanganan di Puspom militer.