Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO), emiten yang bergerak di sektor ritel furnitur, menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk potensi perang dagang yang meningkat seiring kembalinya Donald Trump ke panggung politik Amerika Serikat.
Direktur Utama PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO), Erlangga Ksatria, mengatakan bahwa perusahaan telah mengambil langkah antisipatif jauh sebelum situasi global berkembang lebih jauh. “Kami percaya bahwa perencanaan strategis harus dilakukan jauh hari sebelumnya. Bahkan sebelum Trump kembali ke panggung politik, kami sudah melakukan antisipasi,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/5/2025).
Erlangga menuturkan bahwa sejak tahun lalu, jajaran Komisaris dan Direksi telah mendiskusikan secara intensif potensi dampak geopolitik terhadap industri. Dengan mengacu pada proyeksi internal, LFLO melihat adanya peluang besar Trump kembali terpilih sebagai Presiden AS, serta kemungkinan eskalasi perang dagang yang menyertainya.
Sebagai respons, perusahaan memusatkan fokus pada penguatan konten lokal dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri. “Kami sadar bahwa jika baru mulai membangun produk lokal hari ini, itu sudah terlalu terlambat. Karena itu, kami memastikan kesiapan kami sudah dimulai sejak awal,” jelas Erlangga.
Langkah tersebut, lanjutnya, tidak hanya untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan dari sisi nilai tukar dan kondisi keuangan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian industri.
Tak hanya memperkuat basis produksi, PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) juga tengah mengembangkan produk-produk proprietary yang sepenuhnya dimiliki perusahaan, agar mampu bersaing secara global. “Kami tidak ingin hanya bergantung pada lisensi atau kerja sama dengan pihak lain. Prinsip kami jelas: tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang,” tegas Erlangga.
Dengan strategi tersebut, PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) optimistis dapat menembus pasar internasional melalui produk lokal yang dikemas secara kompetitif dan bernilai tinggi.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya