Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PMDSU Batch IX Resmi Diluncurkan, Kemdiktisaintek Siapkan Doktor Unggul Made in Indonesia
Senin, 26 Mei 2025 19:22 WIB
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tancap gas mencetak generasi doktor unggulan dalam negeri. Lewat peluncuran Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch IX, pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat SDM nasional melalui jalur pendidikan tinggi yang terintegrasi dan berbasis riset.
Acara peluncuran digelar Senin (26/5) di Jakarta, dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi bersama Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Sri Suning Kusumawardani. Program ini menyasar para sarjana unggul untuk menyelesaikan pendidikan magister hingga doktoral dalam waktu hanya empat tahun.
“Program ini bukan hanya soal gelar, tapi membangun ekosistem akademik yang solid. Kita siapkan calon-calon dosen dan peneliti yang tak hanya cepat lulus, tapi juga kompeten dan berintegritas,” tegas Dirjen Khairul di hadapan para mitra perguruan tinggi.
PMDSU batch IX kali ini memperkenalkan dua skema utama: PMDSU Reguler dan PMDSU Joint Degree, yang membuka ruang kolaborasi internasional lebih luas. Tercatat ada 27 perguruan tinggi mitra yang terlibat, termasuk enam kampus baru seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Malang. Total, 151 promotor mendukung skema Reguler, sementara enam promotor khusus disiapkan untuk Joint Degree.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam pernyataan terpisah menekankan pentingnya komitmen semua pihak untuk menyukseskan program ini. Ia menyebut, percepatan masa studi bukan berarti kompromi terhadap kualitas.
“Percepatan tidak boleh diartikan sebagai pelonggaran. Justru ini menuntut disiplin tinggi, kerja keras, dan integritas. Kita tidak ingin doktor karbitan, tapi doktor yang bisa membawa perubahan nyata,” tandas Brian.
Sejak diluncurkan pertama kali pada 2013, PMDSU telah mencatat 18.419 pendaftar dan menghasilkan 1.565 mahasiswa. Mereka telah mempublikasikan 2.839 artikel ilmiah, 2.091 di antaranya telah terindeks secara internasional. Sebanyak 57,7% alumni PMDSU kini berkarier sebagai dosen, 22,48% menjadi peneliti, dan sisanya aktif di industri serta dunia rekayasa.
Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Sri Suning Kusumawardani menegaskan bahwa lulusan PMDSU memiliki daya saing yang setara dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri.
“Kami yakin lulusan program ini tidak kalah dengan alumni kampus luar. Bahkan, mereka punya nilai tambah karena lebih kontekstual dan dekat dengan kebutuhan bangsa,” ucap Sri Suning.
Lebih dari sekadar program beasiswa, PMDSU kini dianggap sebagai katalisator budaya akademik di kampus-kampus Indonesia. Ia mendorong produktivitas promotor, memperluas jejaring riset, serta memperkuat daya saing institusi pendidikan tinggi.
“Momentum ini harus dijaga. Kita dorong lahirnya doktor-doktor muda yang piawai di laboratorium dan tangguh di tengah masyarakat,” pungkas Dirjen Khairul.
Dengan skema yang efisien, target yang terukur, dan kualitas lulusan yang mampu bersaing di kancah global, PMDSU dinilai sebagai investasi strategis dalam memperkuat masa depan sains dan teknologi Indonesia.
Videografer & Editor:
Hendrawan K Wijaya
Tags :
Video Lainnya