Dark/Light Mode

Mengapa Ongkos Haji 2025 Bisa Lebih Murah? Ini Penjelasan Menag

Kamis, 23 Januari 2025 17:34 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar membeberkan cara menekan biaya haji, sehingga ongkos berangkat haji tahun 2025 ini bisa lebih murah. Pihaknya melakukan penyisiran anggaran sampai melobi Pemerintah Arab Saudi agar bisa mendapat harga murah.

"Kami menggunakan IT (informasi dan teknologi), sehingga otomatis juga akan menghemat (penggunaan) jasa orang di situ. Itu lebih murah," kata Menag di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Kamis (23/1/2025). 

Menurutnya, penyisiran anggaran dilakukan di semua pengadaan, bahkan hingga yang terkecil. Seperti untuk biaya hotel, pihaknya melakukan lobi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan tawar-menawar.

"Jadi, lobi kepada kementeriannya untuk mendapatkan fasilitas yang lebih bagus," imbuh Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

"Bukan hanya harga yang murah, tetapi kita juga mendapat tempat yang lebih dekat daripada pelontaran (lontar jumrah). Tadinya kan kita berada di Mina Jadid yang di luar, di luar Mina yang inti," sambung Menag.

Hingga kemudian lobi yang dilakukannya berhasil dan mendapatkan tempat di Mina untuk jamaah haji. Selain itu, pembiayaannya pun berkurang.

"Jadi banyak hal yang kita lakukan untuk penghematan kita. Termasuk juga tawar-menawar dengan bus, ternyata di sana masih bisa ditawar. Yang penting ada sebuah ketulusan, kejujuran dan itu semuanya untuk jamaah. Tidak ada kepentingan apapun untuk yang lain," tutupnya.

Diketahui, Menag Nasaruddin Umar mendatangi Gedung Merah Putih KPK melakukan audiensi membahas pengelolaan haji dalam rangka pencegahan korupsi. Ia datang didampingi Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah.

Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang menyampaikan hasil pembahasan biaya haji yang ditanggung jamaah pada tahun ini turun menjadi Rp 55,4 juta dari tahun sebelumnya Rp 56 juta.

“Beban jamaah turun sekitar Rp 600.000-an, sementara beban nilai manfaat juga turun dari Rp 8 triliun menjadi Rp 6,8 triliun,” kata Marwan di Kantor Istana Presiden, Selasa (7/1).

 

Videografer: M Wahyudin

Editor: Hendrawan KW

 

Videografer: M Wahyudin

Editor: Hendrawan KW