Dark/Light Mode

Golkar Konsisten Dukung Palestina Merdeka Di Momen HUT Ke 80 RI

Minggu, 17 Agustus 2025 18:43 WIB

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Golkar, Said Aldi Al Idrus, menegaskan komitmen partainya untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Golkar berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sesuai amanat pembukaan UUD 1945, kami konsisten menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi. Karena itu, dukungan penuh kepada Palestina terus kami gaungkan,” kata Said usai pengibaran bendera Merah Putih di halaman kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (17/8).

Said yang juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) mengungkapkan, bentuk nyata dukungan itu diwujudkan melalui bantuan rutin bagi masyarakat Palestina.

“Setiap tahun kami menyalurkan bantuan, terutama air bersih dan makanan untuk warga Gaza Utara. Saya sendiri yang menyerahkan bantuan tersebut, sesuai arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Itu dimaksudkan agar rakyat Palestina tetap sehat dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujarnya.

Selain soal Palestina, Said juga menyampaikan arahan Bahlil agar Pemuda Golkar melakukan konsolidasi besar-besaran. Targetnya, merekrut dua juta kader baru hingga 2029.

“Angkatan Muda Golkar bersama ormas kekaryaan sudah membentuk basis kekuatan sampai tingkat kecamatan. Konsolidasi ini akan dijalankan mulai 2025 hingga Pemilu 2029,” tegasnya.

Lebih jauh, Said menyinggung peran strategis generasi muda Indonesia menjelang Gerbang Emas 2045. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, anak muda harus benar-benar merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya.

“Anak muda harus mendapat pendidikan dan pekerjaan yang layak. Program MBG dari pemerintah sudah tepat, tapi ke depan perlu didukung kebijakan menteri agar tercipta lapangan kerja sesuai kemampuan anak muda. Potensi mereka luar biasa, kalau tidak kita kelola, bisa diambil bangsa lain,” pungkasnya.

 

Videografer: Edy Burnama

Editor: Hendrawan K. Wijaya