Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Festival Bedhayan 2025: Lima Tahun Menjaga Warisan Tari Klasik Jawa
Jumat, 8 Agustus 2025 19:29 WIB
Festival Bedhayan kembali digelar untuk kelima kalinya pada 8–9 Agustus 2025 di Gedung Kesenian Jakarta. Tahun ini, festival bertajuk “Panca Utsava Bedhayan” tersebut menjadi ajang perayaan lima tahun dedikasi pelestarian tari klasik Jawa, Bedhayan.
Ajang tahunan berskala nasional ini diinisiasi Laskar Indonesia Pusaka, Jaya Suprana School of Performing Arts, dan Swargaloka, dengan dukungan sejumlah pihak, sebagai wujud nyata menjaga mahakarya budaya Nusantara.
“Bedhayan itu sangat tersegmentasi dan penggemarnya terbatas. Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, saya khawatir akan punah. Festival ini mewadahi sanggar dan penari Bedhayan, terutama generasi muda,” ujar Aylawati Sarwono, Ketua Umum Festival Bedhayan 2025.
Rangkaian Kegiatan
Festival diawali lokakarya “Bedhayan Hagoromo” pada 5 Agustus 2025, dibawakan maestro tari Didik Nini Thowok dan dipandu Maria Darmaningsih, melibatkan perwakilan grup tari peserta.
Pembukaan festival menampilkan Tari Enggang garapan Armonia Choir Indonesia pimpinan Giok Hartono, terinspirasi budaya Dayak Kenyah.
Selama dua hari, panggung Gedung Kesenian Jakarta menghadirkan pertunjukan dari berbagai komunitas dan sanggar seni, dibagi dua kategori: Pelestarian (Bedhayan tradisional) dan Pengembangan (karya ciptaan baru). Beberapa penampil di antaranya:
Jaya Suprana School of Performing Arts – Bedhayan Tembang Alit
Selaras Cipta Purusatama – Bedhayan Matirta Suci Usada Waluyaning Praja
Arkamaya Sukma I – Bedhaya Sukoharjo
Komunitas Kebaya Menari – Bedhayan Kusuma Aji
Swargaloka – Beksan Talaga Angsa
Pakar dan maestro tari seperti Theodora Retno Marati, GKR Wandansari Koes Moertiyah, KP. Sulistyo S. Tirtokusumo, Wahyu Santoso Prabowo, dan Didik Nini Thowok turut memberikan pengamatan dan apresiasi.
Dukung UMKM dan Pariwisata Budaya
Selain pertunjukan tari, Festival Bedhayan 2025 juga menghadirkan Pasar UMKM yang menjajakan kuliner dan produk lokal, mulai dari Michael Kitchen, Kenros Rasa, Pawon Omah Wulangreh, hingga wastra dan aksesori seperti Batik Saraswati, Klambine Bu Broto, TeaTea Batik, dan Mycaflorist.
Penyelenggara berharap, festival ini tak hanya menjadi sarana pelestarian seni tari Bedhayan, tetapi juga meningkatkan apresiasi budaya, mengedukasi generasi muda, dan mendorong pariwisata budaya Indonesia di kancah internasional.
Festival Bedhayan 2025 terselenggara berkat dukungan Kementerian Kebudayaan RI, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Provinsi DKI Jakarta, Bakti Budaya Djarum Foundation, BCA, Sinar Mas, PT Hutama Karya (Persero), Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), PT Kutus Kutus Herbal, Sekar Ayu Jiwanta Foundation, Mycaflorist, dan Gedung Kesenian Jakarta.
Video: RM Magang
Editor: Hendrawan K. Wijaya
Tags :
Video Lainnya