Dark/Light Mode

Kementerian Kebudayaan Siap Gelar CHANDI 2025 di Bali

Sabtu, 23 Agustus 2025 01:53 WIB

Kementerian Kebudayaan siap menggelar konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Arts, Narratives, Diplomacy, and Innovations (CHANDI) 2025 pada 2–5 September 2025 di Denpasar, Bali. Mengusung tema “Culture for The Future”, ajang ini akan menghadirkan pemimpin dunia, akademisi, seniman, hingga praktisi budaya dari puluhan negara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, CHANDI 2025 bukan sekadar forum pertemuan, melainkan panggung untuk promosi, diplomasi, dan kerja sama budaya lintas negara.

"Ini juga menjadi salah satu tonggak menjelang keberadaan Kementerian Kebudayaan yang sudah memasuki masa kerja satu tahun sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT RI ke-80. Kami berharap CHANDI 2025 dapat membawa budaya kita yang sangat kaya dan beragam ini dapat semakin visible dan dikenal oleh dunia," ujar Fadli, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, CHANDI 2025 akan menjadi momentum memperkenalkan keragaman budaya Indonesia melalui pertunjukan seni, diskusi, dialog, hingga sharing dengan negara sahabat.

"Kita harapkan networking ini akan bisa mengakselerasi promosi, kerja sama dan diplomasi budaya dengan banyak negara sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945 Pasal 32 dan Undang Undang Pemajuan Kebudayaan," imbuhnya.

Fadli menambahkan, sejumlah pakar budaya internasional yang menaruh perhatian pada Indonesia akan ikut hadir. Tema “Culture for the Future” dipilih untuk menegaskan peran budaya sebagai perekat perbedaan sekaligus soft power bangsa.

"Budaya merupakan continuity dari masa lalu, masa sekarang dan masa depan bangsa. Budaya kita adalah perekat bangsa," katanya.

Sekjen Kebudayaan Bambang Wibawarta berharap penyelenggaraan CHANDI 2025 tak hanya mengangkat pamor budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali dan sekitarnya. Ke depan, kementerian akan menggandeng berbagai instansi untuk menghitung kontribusi kebudayaan terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) nasional.

Selama tiga hari, CHANDI 2025 akan menyajikan agenda padat, mulai dari dialog tingkat tinggi antara Menteri Kebudayaan RI dengan pembuat kebijakan dunia, pleno dan panel budaya, hingga lokakarya interaktif pembuatan keris dan batik. Pameran seni, musik, kuliner, dan kerajinan tradisional dari Indonesia serta negara sahabat juga akan digelar.

Sejumlah negara dipastikan berpartisipasi, di antaranya Singapura, Libya, Jordan, Kamboja, Timor Leste, Zimbabwe, Palestina, Thailand, Georgia, Uzbekistan, India, Venezuela, Kenya, Bangladesh, Belgia, Inggris, Fiji, Oman, Prancis, Amerika Serikat, Iran, Cyprus, Arab Saudi, Mongolia, Irlandia, Armenia, Albania, Korea Selatan, Pakistan, dan Tanzania.

Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi www.chandisummit2025.org.

Taklimat media CHANDI 2025 turut dihadiri pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan, termasuk Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti; Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; Inspektur Jenderal Fryda Lucyana; serta para staf ahli dan staf khusus menteri.

 

Video & Editor: Hendrawan K. Wijaya