BREAKING NEWS
 

Tidak Transparan, KEK Arun Dipertanyakan

Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Terkesan Ngambang

Reporter : JHON ROY PANGIBULAN SIREGAR
Editor : MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 26 November 2018 13:06 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe Aceh. (Foto: Acehsatu.com)

 Sebelumnya 
Jika regulasinya tidak jelas dan tidak transparan, atau malah jika diketahui KEK Arun akan mengecewakan masyarakat Aceh, tidak menutup kemungkinan akan lahir pemberontakan baru di Aceh untuk menuntut keadilan di KEK Arun. “Bisa jadi nantinya masyarakat Aceh menolak KEK Arun tersebut,” ujarnya.

Baca juga : Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Infrastruktur Loyo

Agung berharap, dikarenakan KEK Arun Lhokseumawe itu juga berkaitan urusan modal yang besar, juga perlu tenaga kerja profesional dan tenaga kerja lokal yang tidak sedikit. Karena itu, owner usaha francise Black Castle ini menegaskan, diperlukan regulasi secara menyuruh untuk mengatur. “Dibuat tidak untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Sehingga masyarakat Aceh juga menerima KEK Arun Lhokseumawe seperti yang diharapkan,” katanya.

Baca juga : Tangisan Iringi Penyerahan Jenazah Korban Pesawat Lion

Agung mengingatkan, pemerintah hendaknya menghindari pergolakan dan reaksi dari masyarakat Aceh atas kehadiran KEK Arun Lhokseumawe itu. Karena itu, transparansi dan keterlibatan masyarakat lokal harus diakomodir.Dia menolak jika jatah tenaga kerja lokal yang akan diserap di KEK itu hanya 300 ribu orang. Kondisi itu pasti akan menimbulkan gejolak dan perlawanan dari masyarakat Aceh.

Baca juga : Diperiksa Perdana Sebagai Tersangka, Taufik Kurniawan Mangkir

“Daripada nanti menimbulkan gejolak baru, KEK Arun lebih baik ditiadakan saja. Perlu diingatkan, jika yang di-follow up hanya penyerapan tenaga kerja mencapai 30.000 orang, namun regulasi kepastian pemakaian tenaga kerja lokal tidak jelas, buat apa? Bubarkan saja kek. Masyarakat Aceh sudah lelah berharap,” pungkas Agung. [JON]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense