Sebelumnya
Ada lembaga survei yang menyebutkan, Pilpres berpotensi satu putaran. Bagaimana pandangan Anda?
Internal kami mengatakan, satu putaran itu adalah propaganda dari pihak lain. Survei internal kami menyatakan, bahwa yang potensial menang itu pasangan 01.
Apakah itu bukan klaim semata?
Insya Allah, 20 Oktober 2024 AMIN akan dilantik, dengan catatan demokrasinya harus berjalan secara baik, lapangan demokrasi rata, tidak ada yang melanggar aturan. Yang harus kita lawan adalah pelanggaran.
Baca juga : Badaruddin Andi Picunang: Kalau Masih Ragu Bikin Survei Sendiri
Berarti, Anda menganggap bahwa survei yang menyebutkan satu putaran, hanya penggiringan opini?
Iya, saya melihat bahwa survei dengan dengan hasil sekitar 50 persen itu, adalah upaya penggiringan opini.
Apa alat ukur yang menguatkan pendapat Anda?
Begini, kalau mereka sudah yakin satu putaran dan ada dukungan dari lembaga survei, mestinya cawe-cawe tidak mengemuka. Banyak hal-hal yang diungkap, menjadi kontradiktif dengan data survei satu putaran.
Baca juga : Survei LSI Denny JA Terbaru: Prabowo-Gibran Potensial Menang Satu Putaran
Artinya, hasil survei itu patut dipertanyakan?
Fenomena survei seperti ini, juga kita temukan di Pilkada DKI Jakarta. Bahkan, dari lembaga survei yang sama, itu hasilnya jauh berbeda. Jadi, kesimpulannya adalah tidak lebih dari upaya untuk pengiringan opini saja.
Apakah survei ini mengganggu Timnas AMIN?
Kami tak terganggu dengan strategi pihak lain. Kami bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan AMIN ini didasari keyakinan, optimisme. Jadi, hari ini yang kami pikirkan adalah bagaimana memenangkan pasangan 01. REN
Baca juga : LSI Denny JA: Satu Putaran, Prabowo-Gibran Cuma Butuh 4 Persen
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 1 Februari 2024 dengan judul "Ayo Tebak..., Pilpres 2024 Satu Atau Dua Putaran Nih, La Ode Basir: Satu Putaran Itu Cuma Propaganda"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.