BREAKING NEWS
 

Kementerian Menjadi 40, Apakah Untung Atau Rugi

Renanda Bachtar: Kami Sangat Menghormati Keinginan Presiden Terpilih

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 13 Mei 2024 07:50 WIB
Renanda Bachtar, Wasekjen DPP Partai Demokrat. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Kabarnya, jumlah kementerian akan ditambah dan RUU Kementerian ditargetkan selesai sebelum pelantikan Presiden. Pendapat Anda?

Setiap pemimpin punya visi yang tidak sama dengan yang lain-lain. Pemimpin yang baru pasti mempunyai program-program khas, misalnya program makan siang gratis. Itu kan harus diwadahi, apakah itu Kementerian atau lembaga.

Menurut Anda tak masalah jika ditambah?

Baca juga : Ahmad Riza Patria: Hubungan Dengan KIM Baik-baik Saja

Dalam pandangan kami, wajar saja kalau dalam perjalanannya, pemimpin baru atau Presiden baru merasa perlu mengubah kementerian maupun badan-badan strategis. Kami menghormati apa yang ingin dijalankan Presiden baru.

Kalau jumlah kementerian ditambah, apakah tidak membebani anggaran negara?

Setiap partai juga mengingatkan mengenai konsekuensi anggaran, apabila jumlah kementerian sangat besar. Makanya, jangan sampai kementerian ini tidak dihitung anggarannya dan jangan menjadi beban baru.

Baca juga : Dave Laksono: Kami Utamakan Dengan KIM

Namun, kami juga memberikan seluas-luasnya kepada Presiden untuk bisa membangun struktur yang baru, sehingga bisa mengakselerasi program-program kerja yang mudah dicapai.

Ada penilaian, ketika menambah kementerian, nuansanya bagi-bagi jabatan?

Wajar jika Presiden harus didukung mayoritas partai di parlemen. Kalau cuma mengandalkan KIM (Koalisi Indonesia Maju), tak sampai 50 persen. REN

Baca juga : Bahlil Bicara Hilirisasi Untuk Papua Lebih Maju Dan Sejahtera

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 14 Mei 2024 dengan judul "Kementerian Menjadi 40, Apakah Untung Atau Rugi, Renanda Bachtar: Kami Sangat Menghormati Keinginan Presiden Terpilih"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense