RM.id Rakyat Merdeka - Awal tahun ajaran baru menjadi mimpi buruk bagi guru honorer di Jakarta.
Pemerintah Jakarta memberlakukan sistem cleansing atau pembersihan guru honorer. Melalui kebijakan tersebut, banyak guru honorer di Jakarta yang diberhentikan secara sepihak oleh Dinas Pendidikan Jakarta.
Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri menjelaskan, banyak guru honorer di Jakarta diputus kontraknya secara sepihak. Pemutusan kontrak itu dilakukan dengan sistem cleansing, yakni mereka mengisi link pemecatannya sendiri yang dikirim berantai dari masing-masing kepala sekolah.
Baca juga : Mendagri Perintahkan Daerah Tekan Kenaikan Harga Beras
“Pada 5 Juli 2024 atau tahun ajaran baru, guru honorer mendapatkan pesan, hari pertama masuk, menjadi hari terakhir mereka berada di sekolah,” kata Iman dalam keterangannya, Senin (15/7/2024).
Menurutnya, para guru honorer masih tidak percaya, karena secara mendadak berhenti bekerja. Hal ini, lanjut Imam, juga menimpa beberapa anggota P2G Jakarta yang notabene adalah guru honorer. “Bahkan, ada yang sudah mengajar enam tahun atau lebih,” tandasnya.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan P2G, Feriansyah menyatakan, para guru honorer harus tetap mendapatkan jam ajar sesuai bidang pelajarannya. Selain itu, kata dia, guru honorer harus diberikan kepastian dan kesempatan untuk tetap mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca juga : Projo Ngarep Komunikasi Banteng & Jokowi Mencair
“Selanjutnya, kami meminta komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk tidak memberhentikan para guru honorer,” tandas Feriansyah.
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menjelaskan, persoalan ini berasal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, katanya, persoalan ini hanya terjadi di Jakarta.
“Intinya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi agar segera klarifikasi dengan Dinas Pendidikan Jakarta,” ucap Dede kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/7/2024).
Baca juga : Golkar Umumkan Pendamping Bobby
Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Dede Yusuf.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.