Dark/Light Mode

Dolar Dan Harga Minyak Dunia Naik

Ini 4 Jurus Pertamina Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran

Selasa, 16 Juli 2024 07:05 WIB
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan pendataan QR Code pengguna Pertalite sudah mencapai 100 persen di tiga provinsi yakni Aceh, Bengkulu, dan Bangka Belitung. (Foto: PERTAMINA)
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan pendataan QR Code pengguna Pertalite sudah mencapai 100 persen di tiga provinsi yakni Aceh, Bengkulu, dan Bangka Belitung. (Foto: PERTAMINA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia semakin membengkak. Pemerintah tengah mengkalkulasi agar bisa mengatur penyaluran BBM bersubsidi tersebut tepat sasaran.

Selama setahun lebih, Pemerintah juga tengah menggodok revisi aturan terkait konsumen yang ber­hak menikmati BBM bersubsidi, khususnya BBM Pertalite.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penye­diaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, jika BBM subsidi tak diatur lebih lanjut, maka sub­sidi akan semakin membengkak.

Sementara, daya beli masyarakat tengah lesu. Ditambah semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya harga minyak mentah.

Baca juga : Kalau Industrinya Kuat, Penerimaan Pajak Naik

Kondisi ini pun yang menjadi alasan Pemerintah mengeluar­kan kebijakan untuk menahan harga BBM, termasuk non-subsidi sejak awal 2024.

“Kalau dilihat dengan pelema­han dolar dan harga minyak mentah dunia naik, sebenarnya subsidi sangat besar,” terang Erick saat rapat dengan DPR di Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Menurut Erick, jika subsidi hanya terfokus pada BBM, maka alokasi untuk sektor lainnya akan tertinggal. Seperti sektor kesehatan dan pendidikan.

“Jangan sampai bangun infra­struktur tapi manusia Indonesia ti­dak dibangun. Akhirnya ke depan, justru tertinggal dengan bangsa-bangsa lain,” warning-nya.

Sementara revisi aturan terkait konsumen yang berhak menik­mati BBM bersubsidi, khususnya BBM Pertalite, juga masih berja­lan hampir setahun lebih. “Proses masih berlangsung, kita tunggu saja (aturan final),” ucapnya.

Baca juga : Uji Emisi Kendaraan Kembali Digaspol Nih

Mantan Bos Klub Inter Milan ini pun tidak bisa memastikan kapan rencana pembatasan BBM Pertalite ini akan diberlakukan.

Terpisah, Vice President Cor­porate Communication PT Per­tamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso memastikan Pertami­na akan melaksanakan arahan Pemerintah terkait penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

Pertamina akan melaksanakan arahan Pemerintah dan upaya-upaya yang sudah dan terus di­lakukan Pertamina untuk subsidi tepat,” jelas Fadjar dalam keterangan resmi, Jumat (12/7/2024).

Menurut Fadjar, Pertamina sudah menjalankan beberapa langkah supaya penyaluran BBM tepat sasaran.

Pertama, Pertamina menggu­nakan teknologi informasi untuk memantau pembelian BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara real-time.

Baca juga : Raih Gelar Euro 2024, Tim Matador Dihiasi Rekor

“Teknologi tersebut digunakan untuk memastikan kon­sumen yang membeli adalah ma­syarakat yang berhak,” katanya.

Pertamina juga mengembang­kan alert system, yang dapat mengirimkan exception signal dan dimonitor langsung dari com­mand center Pertamina.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.