Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dolar Dan Harga Minyak Dunia Naik
Ini 4 Jurus Pertamina Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran
Selasa, 16 Juli 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia semakin membengkak. Pemerintah tengah mengkalkulasi agar bisa mengatur penyaluran BBM bersubsidi tersebut tepat sasaran.
Selama setahun lebih, Pemerintah juga tengah menggodok revisi aturan terkait konsumen yang berhak menikmati BBM bersubsidi, khususnya BBM Pertalite.
Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, jika BBM subsidi tak diatur lebih lanjut, maka subsidi akan semakin membengkak.
Sementara, daya beli masyarakat tengah lesu. Ditambah semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya harga minyak mentah.
Baca juga : Kalau Industrinya Kuat, Penerimaan Pajak Naik
Kondisi ini pun yang menjadi alasan Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menahan harga BBM, termasuk non-subsidi sejak awal 2024.
“Kalau dilihat dengan pelemahan dolar dan harga minyak mentah dunia naik, sebenarnya subsidi sangat besar,” terang Erick saat rapat dengan DPR di Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Menurut Erick, jika subsidi hanya terfokus pada BBM, maka alokasi untuk sektor lainnya akan tertinggal. Seperti sektor kesehatan dan pendidikan.
“Jangan sampai bangun infrastruktur tapi manusia Indonesia tidak dibangun. Akhirnya ke depan, justru tertinggal dengan bangsa-bangsa lain,” warning-nya.
Sementara revisi aturan terkait konsumen yang berhak menikmati BBM bersubsidi, khususnya BBM Pertalite, juga masih berjalan hampir setahun lebih. “Proses masih berlangsung, kita tunggu saja (aturan final),” ucapnya.
Baca juga : Uji Emisi Kendaraan Kembali Digaspol Nih
Mantan Bos Klub Inter Milan ini pun tidak bisa memastikan kapan rencana pembatasan BBM Pertalite ini akan diberlakukan.
Terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso memastikan Pertamina akan melaksanakan arahan Pemerintah terkait penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
“Pertamina akan melaksanakan arahan Pemerintah dan upaya-upaya yang sudah dan terus dilakukan Pertamina untuk subsidi tepat,” jelas Fadjar dalam keterangan resmi, Jumat (12/7/2024).
Menurut Fadjar, Pertamina sudah menjalankan beberapa langkah supaya penyaluran BBM tepat sasaran.
Pertama, Pertamina menggunakan teknologi informasi untuk memantau pembelian BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara real-time.
Baca juga : Raih Gelar Euro 2024, Tim Matador Dihiasi Rekor
“Teknologi tersebut digunakan untuk memastikan konsumen yang membeli adalah masyarakat yang berhak,” katanya.
Pertamina juga mengembangkan alert system, yang dapat mengirimkan exception signal dan dimonitor langsung dari command center Pertamina.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya