Dark/Light Mode

Jadi Tulang Punggung Penerimaan Negara

Kalau Industrinya Kuat, Penerimaan Pajak Naik

Selasa, 16 Juli 2024 07:00 WIB
Menteri Keuangan (Men­keu) Sri Mulyani Indrawati.
Menteri Keuangan (Men­keu) Sri Mulyani Indrawati.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengklaim penerimaan negara dari sektor pajak semakin baik. Terjadi peningkatan penerimaan pajak selama 30 tahun terakhir.

Menteri Keuangan (Men­keu) Sri Mulyani Indrawati memamerkan kinerja positif atas penerimaan pajak Indonesia.

Dia membandingkan target penerimaan pajak saat ini dengan tahun 1983. Pada tahun tersebut, Indonesia hanya ber­hasil mengantongi penerimaan pajak sebesar Rp 13 triliun.

Menurutnya, angka terse­but terlampau kecil untuk penerimaan pajak nasional. Angka setoran pajak negara berangsur naik dari tahun ke tahun.

Baca juga : Uji Emisi Kendaraan Kembali Digaspol Nih

Pada era Reformasi 1998 hingga menjelang 2000, peneri­maan pajak tercatat sebesar Rp 400 triliun. Kalau dibandingkan dengan target penerimaan pajak pada tahun ini, angkanya telah naik hampir 5 kali lipat.

“Direktorat Jenderal Pajak bertanggung jawab di Undang-Undang APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk mencapai target Rp 1.988,9 triliun,” kata Sri Mulyani dalam sambutannya, di acara Spectax­cular 2024 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Ja­karta, Minggu (14/7/2024).

Menurutnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut bertanggung jawab terhadap kondisi perekonomian, baik saat kondisi naik ataupun turun.

Dia pun bercerita, pada 1983 terjadi banjir atau booming minyak. Harga minyak saat itu naik dari 12 dolar AS menjadi 24 dolar AS. Kala itu, Indonesia juga melakukan apa yang disebut liberalisasi di sektor keuangan.

Baca juga : Raih Gelar Euro 2024, Tim Matador Dihiasi Rekor

Selain itu, posisi Indonesia yang secara geografis terletak di ring of fire membuat potensi ben­cana alam terjadi cukup tinggi.

Kini, dengan adanya perubahan iklim, Sri Mulyani mengatakan, hal itu juga mempengaruhi per­ekonomian. Ditandai dengan pe­rubahan digital technology yang makin cepat. Hingga mengubah seluruh gaya hidup, serta cara hidup dan ekonomi bekerja.

Selain itu, dunia juga dilanda pandemi Covid-19 sebagai badai besar yang membuat ekonomi dunia terguncang. Hal ini pun berdampak pada penurunan penerimaan negara.

“Teman-teman pajak semuanya mengikuti episode dalam perekonomian Indonesia yang dipengaruhi oleh ekonomi dunia. Di setiap naik, turun, gejolak atau sedang terjadi boom, kita bertanggung jawab,” jelasnya.

Baca juga : Alcaraz Hampir Sempurna

Sri Mulyani mengingatkan, tanpa penerimaan pajak, Indo­nesia tidak akan mencapai target sebagai negara maju. Pajak ada­lah tulang punggung, sekaligus instrumen yang sangat penting bagi bangsa dan negara untuk mencapai cita-cita tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.