BREAKING NEWS
 

Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Apakah Soeharto Layak?

Bonnie Triyana: Tokoh Bangsa Tapi Bukan Pahlawan...

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 30 September 2024 07:50 WIB
Bonnie Triyana, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda tentang usulan pemberian ge­lar Pahlawan Nasional untuk Soeharto?

Kita harus uji, apalagi ini politis. Saya bicara dengan kapasitas seba­gai sejarawan dan bicara dari sisi kebenaran akademik. Kebenaran di bidang ilmu pengetahuan yang telah membuktikan seseorang, sosok atau peristiwa pada masa lalu berkaitan dengan peran seseorang.

Bagaimana catatan Anda tentang Soeharto?

Dalam hal ini, banyak sekali karya akademik yang menunjukkan, pada era Soeharto itu, banyak sekali pelanggaran hak asasi manusia. Banyak sekali yang dirugikan atas kekuasaannya selama 32 tahun. Banyak sekali korban kekuasaannya.

Baca juga : Mohamad Idris Laena: Hampir Semua Kriteria Terpenuhi

Menurut Anda, Soeharto tidak layak diberikan gelar pahlawan nasional ya?

Dari catatan sejarah, saya bisa menyampaikan sebagai salah seorang dari sekian banyak orang Indonesia yang mungkin merasa keberatan atau menilai, gelar itu tidak layak diberi­kan kepada Soeharto.

Bagi saya, Pak Harto itu tokoh bangsa, tokoh sejarah. Tapi, untuk mendapatkan gelar pahlawan, tem­patnya Soeharto tidak di sana.

Pencabutan TAP MPR tentang Soeharto, apakah bisa menjadi dasar memberikan gelar Pahlawan Nasional?

Baca juga : Deforestasi Dan Karhutla Turun, Pengelolaan Sampah Meningkat

Bung Karno (Presiden pertama Soekarno), TAP MPRS yang berkaitan dengannya, telah dicabut. Ketika dia mendapatkan TAP MPRS itu, dia dilarang mengadakan kegiatan poli­tik, mengalami tahanan rumah, tidak pernah diadili, diperlakukan semena-mena pada akhir masa jabatannya, dan meninggal dalam status tahanan rumah. Kemudian Gus Dur, dijatuh­kan karena TAP MPR mengenainya.

Bagaimana dengan Soeharto?

Pak Harto mengundurkan diri, tidak pernah mengalami tindakan-tindakan yang dialami oleh Bung Karno dan Gus Dur. Jadi, tidak sebanding kalau kita melihat ob­jektif apa yang terjadi pada Bung Karno dan Gus Dur. Makanya, tidak bisa memberikan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto. Justru saya mengusulkan, marilah kita moratorium saja gelar Pahlawan Nasional ini.

Kenapa harus dimoratorium?

Baca juga : PKB Ngaku Siap Istiqamah Dukung Prabowo Dan Gibran

Kalau untuk belajar sejarah, dor­ong saja penulisan sejarah yang seobjektif-objektifnya, berimbang mengenai semua tokoh bangsa, seh­ingga generasi ke depan bisa belajar tentang perannya.

Kalau memberikan label Pahlawan Nasional, labelnya itu kan kalau kita lihat ketentuan-ketentuannya, tidak boleh ada cacat. Itu harus dipertim­bangkan. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 30 September 2024 dengan judul "Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Apakah Soeharto Layak? Bonnie Triyana: Tokoh Bangsa Tapi Bukan Pahlawan..."

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense