Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
10 Tahun Kinerja KLH
Deforestasi Dan Karhutla Turun, Pengelolaan Sampah Meningkat
Senin, 30 September 2024 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, dalam waktu 10 tahun terakhir, Indonesia berhasil menekan laju kebakaran hutan dan deforestasi, serta meningkatkan pengelolaan sampah.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan, capaian signifikan Indonesia dalam mengurangi deforestasi dan kebakaran hutan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah, swasta dan masyarakat.
“Tentu ini adalah kerja bersama. Kami juga melibatkan generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan dan hutan,” ujarnya, di sela-sela acara Ambassador’s Bamboo Bicycle Club, di Jakarta, Minggu (29/9/2024).
Acara tersebut dihadiri banyak perwakilan duta besar. Antara lain Duta Besar Inggris, Duta Besar Norwegia, dan negara sahabat lainnya.
Baca juga : PKB Ngaku Siap Istiqamah Dukung Prabowo Dan Gibran
Siti menjelaskan, untuk deforestasi atau penggundulan Indonesia, berhasil menurunkannya secara tajam dibandingkan tahun 2014-2015. Keberhasilan ini menarik perhatian dunia.
“Sebelumnya pada 2015 deforestasi kita seluas 1,09 juta hektare. Namun tahun 2023 sampai sekarang, hanya sekitar 100 ribu hektare,” ungkapnya
Kemudian, dijelaskan politisi Partai NasDem itu, pada 2015, Indonesia memiliki 2,6 juta hektare area kebakaran hutan dengan kabut asap lintas batas sekitar dua bulan.
KLHK berupaya menekannya dengan pencegahan terpadu, seperti pemantauan titik api tepat waktu, modifikasi cuaca, patroli dan partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum.
Baca juga : Data Penerima Perbaiki Dulu, Tingkatkan Pengawasannya
“Lalu pada tahun 2022, kebakaran hutan hanya seluas 200 ribu hektare,” ungkapnya.
Menteri dua periode ini juga mencatat peningkatan pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular yang signifikan di Tanah Air.
Kerja nyata ini dilakukan KLHK dibantu Pemerintah Daerah dan masyarakat, terutama dari generasi muda yang sadar lingkungan.
“Sampai sekarang kami terus menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik dan penerapan ekonomi sirkular,” tuturnya.
Baca juga : Paslon Boleh Gunakan Buzzer Untuk Kampanye
Pada tahun 2023, tercatat ada 96 juta ton sampah darat yang terkelola. Tak hanya darat, tapi juga di laut.
Jumlah sampah plastik laut turun signifikan dari 438 ribu ton pada 2018 menjadi 339 ribu ton pada 2023. Ia berharap partisipasi dari masyarakat, swasta, dan Pemerintah semakin solid dalam memperbaiki lingkungan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin mengatasi sampah plastik di laut. Jadi kami juga berusaha mengelolanya dengan ekonomi sirkular,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya