RM.id Rakyat Merdeka - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, merebak di beberapa daerah. Seperti Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Di Jawa Timur, sebanyak 800 hewan ternak diduga terjangkit di berbagai kabupaten/kota. Di Jawa Barat sudah tersebar di 14 kabupaten/kota.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Triadi Machmudin mengakui ada peningkatan kasus PMK pada hewan ternak.
Baca juga : Firman Soebagyo: Jangan Sampai Dikonsumsi Warga
Kata Bey, puluhan ternak di Jabar disebutkan mati karena terjangkit PMK dan satu pasar tradisional harus ditutup untuk mencegah penularan PMK lebih besar.
"Ada peningkatan kasus di 14 kabupaten/kota. Total 53 ternak mati di Jabar. Dan dari DKPP, satu pasar yakni Manonjaya (Tasikmalaya) ditutup sementara," ujar Bey di Bandung, Senin.
Sementara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menutup sementara tiga pasar hewan di Kabupaten Ponorogo, Tulungagung dan Kediri menyusul meningkatnya kasus PMK. "Pasar hewan ditutup ini karena adanya permintaan masyarakat," ujar Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur Indyah Aryani, Jumat (10/1).
Baca juga : Rusia Ingin Hubungannya Dengan RI Makin Lengket
Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo mengatakan Pemerintah harus serius menyikapi masalah PMK. Pasalnya, lonjakan PMK semakin hari semakin meningkat, bahkan menyebabkan kematian pada hewan ternak, terutama sapi.
Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan masyarakat tidak perlu panik dengan wabah PMK karena tak menular kepada manusia. “Tidak masuk kelompok zoonosis,” ucapnya.
Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Aji Muhawarman terkait maraknya virus PMK di berbagai daerah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.