BREAKING NEWS
 

Sekolah Swasta Gratis, Wacana Atau Kenyataan?

Hetifah Sjaifudian: Saya Apresiasi Upaya Pemerintah

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 6 Februari 2025 07:50 WIB
Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), rencananya turut melibatkan sekolah swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan menggantikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada 2025.

Pelibatan ini, dilakukan agar lebih banyak anak Indonesia yang bisa mendapatkan kesempatan merasakan pendidikan layak.

"Bisa kemudian para siswa mendaftar ke sekolah yang lain, termasuk ke sekolah-sekolah swasta di daerah tertentu," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Kamis (30/1/2025) dikutip dari CNNIndonesia.

Baca juga : Calon Pemimpin Nasional Bakal Digodok 6 Bulan

Mendikdasmen mengatakan, pelibatan sekolah swasta ini juga diperkuat upaya peningkatan transparansi data dan daya tampung masing-masing sekolah negeri. "Dengan cara seperti itu, maka masyarakat akan bisa menilai, kira-kira dia punya kans berapa persen untuk bisa diterima di sekolah itu," ucapnya.

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, pelibatan sekolah swasta dalam penerimaan murid baru, memberikan akses pendidikan bagi seluruh siswa. Sehingga, lanjutnya, target wajib belajar 12 tahun bisa terlaksana dengan baik.

"Memang belum dibahas secara rinci oleh Mendikdasmen. Namun, sudah ada chemistry dengan Komisi X DPR terkait itu," ujar politisi Partai Golkar ini.

Baca juga : Beringin Siap Tegak Lurus

Sedangkan Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur menilai, kebijakan ini terburu-buru. Menurut dia, konsekuensi pelibatan sekolah swasta dalam SPMB ini, menuntut kesanggupan Pemerintah untuk membiayai sekolah-sekolah swasta. Sehingga, siswa sekolah swasta juga bisa mendapatkan pendidikan gratis. "Saya menduga, sangat berat bagi Pemerintah membiayai sekolah-sekolah swasta," ujar Mansur, Rabu (5/2/2025).

Dia menambahkan, apa pun kebijakannya, harus berangkat dari tujuan awal untuk meratakan akses dan kualitas pendidikan untuk semua. Karena itu, perlu langkah-langkah dan program terukur dalam jangka waktu terencana.

"Bukan sekadar memadamkan satu masalah, namun membuat masalah baru yang menyulitkan bangsa pada kemudian hari," tegasnya.

Baca juga : Gugatan Ditolak MK, Risma-Gus Hans Legowo

Lantas, sekolah swasta gratis itu sebatas wacana atau akan jadi kenyataan? Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara dengan Hetifah Sjaifudian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense