BREAKING NEWS
 

Soal Hubungan Diplomatik Dengan Israel, Indonesia Lebih Sayang Palestina

Teuku Rezasyah: Menjalin Hubungan Dengan Israel, Blunder

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : DEDE HERMAWAN
Sabtu, 31 Mei 2025 07:50 WIB
Teuku Rezasyah, Pengamat Hubungan Internasional. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kemungkinan Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel mendapat respon beragam dari banyak pihak. Mayoritas, sepakat dengan Prabowo dengan beberapa catatan dan syarat.

Ketua Bidang Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, sebelum menjalin hubungan diplomatik, Pemerintah harus mendorong agar Israel dan Netanyahu dihukum atas kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap Palestina

"Ada catatan penting di balik apa yang disampaikan Presiden Prabowo soal hubungan diplomatik ini, yaitu Israel harus dihukum sesuai dengan hukum internasional dan menangkap paksa Netanyahu karena telah melakukan kejahatan yang sangat mengerikan," ujar Sudarnoto dalam keterangannya, Jumat (30/5/2025). 

Dengan begitu, Sudarnoto menyatakan dukungannya terhadap langkah Prabowo yang menegaskan kemerdekaan Palestina sesuai Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia yang mengamanatkan anti-penjajahan untuk bangsa Indonesia.

Baca juga : Eddy Soeparno: Kemerdekaan Palestina Jadi Persyaratan Mutlak

"Jika Israel tidak lagi menjajah, semua pasukan mundur dari Gaza, semua tanah yang telah direbut secara paksa oleh Israel dikembalikan, semua tawanan Palestina dilepas, maka tidak ada lagi alasan Indonesia untuk membenci Israel," kata dia. 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan bahasa diplomasi yang baik untuk menunjukkan dukungan terhadap kebebasan bangsa Palestina. Menurutnya, kemerdekaan Palestina harus diwujudkan dengan solusi dua negara  (two state solution). 

"Banyak pihak menyerukan untuk dibuatnya 'dua negara untuk dua warga' yang hidup berdampingan secara damai. Tentu saja harus dilakukan dengan pengakuan kemerdekaan bangsa Palestina yang berdaulat terlebih dahulu oleh Israel," kata Gus Fahrur.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan, Pemerintah harus memastikan Israel bertobat sebelum menjalin hubungan diplomatik. "Israel tentu juga harus bertanggung jawab terhadap tindakan genosida dan semua perbuatan buruk yang telah mereka lakukan selama ini terhadap rakyat dan negeri Palestina," kata Anwar. 

Baca juga : Menko Pratikno Siap Jalankan Putusan MK

Menurut Anwar, Israel adalah negara penjajah, sedangkan Indonesia sangat anti terhadap penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. "Berikan kemerdekaan penuh kepada rakyat Palestina, sehingga Palestina bisa menjadi sebuah negara yang benar-benar merdeka dan berdaulat," tegas Anwar. 

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal tipu muslihat negara zionis tersebut. Menurutnya, Israel sering mengingkari janji.

"Publik tentu tidak ingin Presiden Prabowo jadi korban Israel. Misalnya hari ini Israel menyatakan dukungan kepada Palestina sebagai negara merdeka, dan kemudian Presiden Prabowo menyatakan mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik, tapi besoknya lagi Israel mengulangi lagi, tidak pada komitmennya dengan kembali menyerang dan menjajah," kata HNW melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/5/2025). 

 Wakil Ketua Majelis Syura PKS itu mengatakan, membuka hubungan diplomatik dengan Israel harus menjamin poin-poin penting. Seperti, telah memastikan Palestina tidak dijajah Israel dan menjadi negara merdeka, serta Palestina diakui menjadi anggota penuh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Adsense

Baca juga : Kader Gerindra Tak Boleh Seperti Kacang Lupa Kulit

“Itu hal mendasar yang tentu menjadi komitmen Presiden Prabowo melanjutkan komitmen Presiden-Presiden RI sebelumnya, dan hanya dengan begitulah utang Indonesia berupa kemerdekaan Palestina benar-benar akan terbayar,” jelas HNW.

Untuk mengetahui lebih dalam, berikut ini hasil wawancara dengan pengamat hubungan internasional, Teuku Rezasyah. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense