Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DKI Bangun 13 Rumah Pompa Baru Buat Atasi Banjir
Biar Berfungsi Optimal, Jangan Lupa Dirawat Ya
Sabtu, 31 Mei 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun 13 rumah pompa baru untuk menanggulangi banjir. Rencana itu diharapkan diikuti dengan program perawatan agar infrastruktur tersebut dapat berfungsi optimal.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD DKI), mengingatkan pentingnya pengawasan dan perawatan rumah pompa. Karena, fasilitas itu selama ini sering tidak berfungsi optimal.
Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike mengatakan, pengoperasian rumah pompa dapat mengurangi banjir lokal di wilayah tersebut. Termasuk, Rumah Pompa Sunter C di Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara yang diresmikan Gubernur Jakarta Pramono Anung pada Senin (26/5/2025).
“Harapan saya, rumah pompa ini untuk mengurangi banjir dan genangan air di wilayah tersebut,” kata Yuke, Senin (26/5/2025).
Baca juga : Dhika Himawan, Masih Sleep Call Meski Udah Nikah
Yuke mendorong Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) meningkatkan pengawasan di Rumah Pompa Sunter C, agar dapat bekerja optimal, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Jajaran Dinas SDA, lanjut dia, harus mengintensifkan pengecekan untuk mengetahui kondisi rumah pompa dan sarana prasarana pengendali banjir. Termasuk, kesiapan dan kesiagaan petugas dalam mengantisipasi banjir lewat pengoperasian pompa secara maksimal.
Selain itu, menyiagakan personel Dinas SDA atau pasukan biru untuk memompa air dan membersihkan sampah sebagai antisipasi terjadinya banjir. “Kami tak ingin ini sekadar dibuat, karena anggarannya besar. Perawatannya harus diperhatikan, petugas-petugas harus selalu ada,” ingatnya.
Gubernur Jakarta Pramono Anung bilang, akan membangun 13 rumah pompa baru untuk menangani banjir lokal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemprov DKI dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di wilayah rawan banjir.
Baca juga : Blusukan ke IKN, Gibran Minta Beringin Ditanam di Istana Wapres
Menurut Pram, sistem rumah pompa saat ini bekerja dengan sangat baik dan bisa menjadi model bagi titik-titik rawan banjir lainnya.
Dia juga menegaskan bahwa banjir di Jakarta disebabkan tiga jenis. Yakni banjir kiriman, banjir lokal, dan banjir akibat rob. “Penanganannya harus sesuai dengan jenis banjir itu,” katanya.
Pram mencontohkan Rumah Pompa Sunter C yang terbukti efektif mengendalikan banjir lokal, meski curah hujan tinggi. “Karena kita sudah punya pompa ini, banjir di atas 200 milimeter pun, kalau pompanya dihidupkan, tak sampai setengah hari sudah surut,” jelasnya.
Pembangunan rumah pompa tentu memerlukan anggaran yang signifikan. Untuk satu rumah pompa seperti di Sunter C, biaya pembangunannya diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Bahkan, total anggaran proyek bisa sebesar Rp 80 miliar untuk fasilitas lengkapnya.
Baca juga : Berangkat ke Tanah Suci, Amirul Hajj Bawa Amanah Presiden Muliakan Jemaah
Dia menegaskan, seluruh anggaran akan dibuka secara transparan kepada publik. Untuk realisasi proyek 13 rumah pompa baru, masih harus menunggu persetujuan dari DPRD DKI Jakarta. “Anggarannya akan dibahas bersama-sama dengan DPRD,” tegas Pram.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya