BREAKING NEWS
 

Soal Tarif Impor Antara Amerika Dan Indonesia, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pekerja?

Saleh Partaonan Daulay: Jangan Terlalu Khawatir Dengan Produk Amerika

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Sabtu, 19 Juli 2025 07:50 WIB
Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa tanggapan Anda dengan kekhawatiran dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang menilai industri dalam negeri akan berdampak usai kebijalan tarif masuk produk Amerika Serikat ke Indonesia yang 0 persen?

Pertama kita harus tetap optimistis. Kedua, tentu kami berharap agar para pengusaha yang ada di Indonesia ini betul-betul mampu untuk meningkatkan kualitas barang-barang mereka itu dengan lebih banyak melakukan atau memberikan pelatihan-pelatihan kerja yang baik kepada tenaga-tenaga kerja mereka yang selama ini ada di Indonesia.

Adsense

Selama ini apa kendalanya?

Kalau selama ini mungkin packaginnya atau alat untuk membungkus, merapikan mungkin saja masih kurang berdaya saing. Nah, tentu sekarang ini harus ditingkatkan daya saingnya. 

Baca juga : Said Iqbal: Ada Potensi, 40.000 Pekerja Terancam PHK

Selain itu?

Kemudian yang ketiga tentu kita tidak perlu khawatir juga, tidak perlu terlalu khawatir bahasanya gitu, tidak perlu terlalu khawatir terhadap produk-produk yang dari Amerika masuk ke Indonesia.

Kenapa seperti itu?

Sebab produk-produk Amerika itu harganya pasti mahal. Jadi kalau produk-produk Amerika itu dibuatnya di Amerika oleh para pekerja dari dalam negeri Amerika, maka tentu barang mereka itu akan mahal. Kalau di Amerika itu sekarang mungkin sudah di atas 10 dolar Amerika Serikat per jam. Nah itu kalau 10 dolar saja itu kan sudah hampir berapa? Rp 160 ribu per jam. Klau dia kerjanya 8 jam per hari itu kalikan saja, 8 x Rp 160 ribu. Jadi tentu itu kan mahal. Nah itu tentu akan berimplikasi pada harga barang yang mereka buat itu. Tentu barang harus mahal.

Baca juga : Pungutan Liar Bikin Biaya Logistik Mahal

Terus apa hubungannya dengan industri dalam negeri?

Dari sisi ini, tentu itu setengah  dibandingkan dengan labor cost dan production cost yang ada di Indonesia. Ya, sebab di Indonesia ini kan gaji karyawan atau gaji para pegawai kita, terutama yang ada di industri-industri itu, itu kan ditetapkan berdasarkan upah minimum. Baik itu minimum keupatan, minimum regional, yang selama ini memang sudah berlaku. Nah karena itu ditetapkan berdasarkan upah minimum, maka tentu biaya produksinya itu atau biaya labor costnya itu tidak terlalu tinggi sebetulnya. Nah karena itu harga barang kita itu pasti akan bisa bersaing dengan barang-barang yang dari Amerika kalau diadu di pasar yang sama di Indonesia ini. 

Bagaimana agar mampu bersaing?

Tentu mutu dan produknya itu yang tadi mungkin akan bersaing, maka karena itulah mutu dan kualitasnya sehingga orang tidak tertarik untuk beli barang-barang dari luar negeri itu. Jadi, kemudian yang keempat, saatnya sekarang ini sebetulnya kearifan yang dulu sudah pernah ada yaitu Aku Cinta Indonesia atau ACI. Itu harus ditumbuhkan kembali, ya itu harus ditumbuhkan kembali Aku Cinta Indonesia itu melalui kecintaan pada produk-produk buatan lokal. Karena buatan lokal itu sendiri itu sebetulnya tidak salah kuat dan baiknya dibandingkan dengan produk-produk luar negeri. NNM

Baca juga : NasDem Dorong Prabowo Segera Keluarkan Keppres

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 19 Juli 2025 dengan judul "Soal Tarif Impor Antara Amerika Dan Indonesia, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pekerja? Saleh Partaonan Daulay: Jangan Terlalu Khawatir Dengan Produk Amerika"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense