Dark/Light Mode

Soal Tarif Impor Antara Amerika Dan Indonesia, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pekerja?

Said Iqbal: Ada Potensi, 40.000 Pekerja Terancam PHK

Sabtu, 19 Juli 2025 07:40 WIB
Said Iqbal, Presiden KSPI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Said Iqbal, Presiden KSPI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) ke Indonesia 0 persen membuat khawatir beberapa kalangan. Termasuk dari serikat pekerja atau buruh. Mereka khawatir kebijakan ini akan berdampak negatif bagi pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap potensi meluasnya pemutusan hubungan kerja (PHK) diberbagai sektor industri. Salah satu penyebab utama gelombang PHK tersebut, menurut Iqbal, adalah kebijakan Pemerintah Indonesia yang membebaskan bea masuk produk-produk asal Amerika Serikat.

Baca juga : Pungutan Liar Bikin Biaya Logistik Mahal

“Dengan membanjirnya produk Amerika yang nol persen tarif, produsen-produsen lokal, UMKM, dan pabrik-pabrik kecil akan kalah bersaing. Apa yang akan terjadi? Yang PHK juga,” tegas Said Iqbal.

Iqbal menjelaskan Pemerintah Indonesia melalui tim ekonominya telah menjalin kesepakatan dengan pemerintahan Donald Trump, yang sebelumnya menetapkan tarif impor terhadap barang-barang Indonesia sebesar 32 persen. Tarif tersebut kemudian diturunkan menjadi 19 persen. 

Baca juga : NasDem Dorong Prabowo Segera Keluarkan Keppres

"Penurunan tarif ini disertai syarat berat. Indonesia harus membuka keran impor produk-produk Amerika dengan tarif nol persen dan tanpa hambatan," ujar Iqbal.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay menilai Indonesia harus tetap optimis menanggapi keputusan yang baru saja diambil oleh Amerika Serikat, yaitu sebesar 19 persen tarif masuk barang kita ke Amerika dan 0 persen untuk barang mereka yang masuk ke Indonesia. Menurut dia, kebijakan ini harus dijadikan sarana untuk lebih berpikir maju ke depan dan meningkatkan kualitas dari produk-produk Indonesia.

Baca juga : Gibran Cek Penyaluran BSU Dan Kondisi Sekolah Rakyat

"Ini juga tentu ikutg berkompetisi di pasar global," ujar Saleh saat dihubungi Rakyat Merdeka, Jumat (18/7/2025).

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Said Iqbal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.