Sebelumnya
Beras premium dan beras medium bakal dihapus. Lalu digantikan menjadi beras umum dan beras khusus. Apa tanggapan Anda?
Lebih baik pemerintah tetap menggunakan beras premium dan beras medium. Tapi, pemerintah menetapkan standar dan kualitas beras premium itu seperti ini, misalnya. Dan yang memproduksi beras premium adalah PT A, PT B, dan PT C.
Sedangkan beras medium itu standar berbeda dengan premium. Karena beras medium itu adalah untuk kepentingan masyarakat atau kelompok tertentu.
Jadi, menurut Anda tidak perlu ada penghapusan beras medium dan premium?
Baca juga : Tulus Abadi: Pemerintah Harus Jamin Ada Pengawasan Ketat
Menurut saya, nggak usah mengubah terminologi baru, itu akan membingungkan masyarakat. Padahal berasnya sama.
Mendingan tetap aja dengan nama yang sama (premium dan medium), tetapi pertegas sisi penugasannya dan sisi pengawasannya.
Penghapusan beras premium dan medium baru ide, baru gagasan. Menurut Anda, apakah cukup dihentikan saja atau ditunda?
Menurut saya, jangan terlalu banyak mengubah-ubah. Masyarakat ini sudah dibingungkan dengan masalah istilah.
Baca juga : Anggota DPR Minta Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Yang penting kan esensinya dan tujuannya. Kalau memang tujuannya itu hanya untuk memberi kualitas, maka pengawasannya tingkatkan. Kalau istilahnya diganti tetapi mentalitasnya masih rendah tidak ada gunanya penghapusan istilah beras premium dan medium.
Solusi kongkrit agar masalah beras ini ditangani dengan baik, seperti apa?
Saya mengusulkan sebaiknya Bulog diperkuat kembali. Dilakukan transformasi dan kemudian kalau perlu dibentuk Kementerian Pangan dan merangkap Kepala Bulog.
Jadi, Menteri Pangan sebagai regulatornya, kemudian Kepala Bulog sebagai pelaksananya. REN
Baca juga : Bahlil Dorong Percepatan Program Listrik Masuk Desa
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 1 Agustus 2025 dengan judul "Cegah Beredarnya Beras Oplosan Di Masyarakat, Pemerintah Akan Hapus Beras Medium Dan Premium, Firman Soebagyo: Medium Dan Premium Tetap Ada, Tapi Ada Standarnya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.