RM.id Rakyat Merdeka - Angka penyebaran virus tuberkulosis atau TBC di Indonesia mengalami tren kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan, data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan sebanyak 600.698 orang atau 55 persen kasus tuberkulosis (TBC) per 27 September 2025.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami mengatakan, dari sekitar 600 ribu kasus itu, sebanyak 86.516 atau 14 persen diderita anak-anak, sedangkan sebanyak 514.182 atau 86 persen kasus diderita orang dewasa.
“Untuk pengobatan terapeutik, kita sudah juga sudah mampu melakukan pengobatan di 90 persen temuan kita. Sudah kita coba obati, namun yang 10 persen ini memang kita lost contact, artinya mereka pada saat pemeriksaan tidak kembali lagi untuk mendapatkan pengobatan,” kata Murti.
Baca juga : Program Kampung Nelayan Merah Putih Bisa Jadi Solusi
Pihaknya menggencarkan sejumlah upaya eliminasi TBC, seperti melakukan sosialisasi dan advokasi guna mengintegrasikan skrining TBC dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), mengingat CKG tidak hanya di puskesmas, namun juga di komunitas, sekolah, pesantren, dan tempat-tempat lainnya.
“Dan selain itu program TBC ini di CKG, kita melakukan active case finding yang terintegrasi dengan pemberian TPT. Ini paling banyak kita lakukan, terutama di rutan lapas,” kata dia.
Kemenkes juga melakukan pre-pilot One Stop Service (OSS) untuk mencegah hilang kontak pengobatan. Dalam inisiatif itu, setelah dilakukan skrining, apabila hasilnya positif, maka langsung diberikan obat dan tidak perlu menunggu esoknya.
Baca juga : Kementerian PU Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny
Pihaknya juga melibatkan kader-kader dalam Kelurahan Siaga TBC. Saat ini terdapat 1.834 desa dan kelurahan dari 21 provinsi yang berkomitmen mencegah dan menanggulangi TBC secara mandiri. Kemudian, katanya, pemantauan bersama pemerintah pusat dan daerah tiap minggunya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman ketika dikonfirmasi mengatakan Kemenkes tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai TBC. “Penguatan promosi dan pencegahan,” ujar Aji.
Sementara, anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago mewanti-wanti kepada Pemerintah khususnya Kemenkes agar waspada agar kasus TBC tidak menyebar lebih banyak. “Makanya segera melakukan pemberian vaksin,” desak Irma.
Baca juga : Mendagri Minta Desain Tata Kelola PMI Disusun
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan Irma Suryani Chaniago terkait kasus TBC di Indonesia, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.