Sebelumnya
Ada tudingan pihak yang kalah di Pemilu lalu ingin menjauhkan Jokowi dengan Prabowo. Apa pendapat Anda atas tudingan tersebut?
Pak Prabowo ini kan negarawan. Pak Prabowo juga merupakan orang yang nggak bisa atau mudah dipengaruhi oleh siapa pun. Jadi tudingan-tudingan seperti itu, menurut saya sih tidak dewasa lah, ya.
Soal tudingan pihak yang kalah Pilpres. Bagaimana?
Baca juga : Norman Hadinegoro: Yang Ingin Menjauhkan Yang Kalah Di Pilpres
Menurut saya, urusan Pemilu dan Pilpres itu sudah selesai. Dan hak beliau (Prabowo) untuk dekat dengan siapa pun, termasuk siapa yang harus beliau angkat untuk membantu dalam mensukseskan visi-visi beliau.
Janganlah memframing-framing dan membenturkan membentuk opini seperti itu. Soal jauh dekat Pak Prabowo paling tahu dan mengerti.
Anda melihat ada kekhawatiran dari mereka untuk ditinggal sama Prabowo?
Baca juga : Kalangan Dewan Usul Hapus Penagihan Oleh Pihak Ketiga
Ya, sah-sah saja dalam politik itu. Merasa jauh, merasa dekat, itu biasa dalam politik. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kami sudah terbiasa oposisi maupun berada di dalam pemerintahan. Jangan berpikir ada yang ingin memecah belah dan menjauhkan. Tidak ada itu lah.
Selama ini, relawan Jokowi menuding bahwa ada pihak yang seolah-olah menarasikan ada dua matahari kembar di pemerintahan dan ingin menjauhkan Pak Prabowo dengan Jokowi. Padahal biasa aja, ya?
Menurut saya biasa aja lah. Pak Prabowo itu lagi orang yang dimandat penuh. Tentu beliau ini kan orang yang sangat konsolidatif, ya. Semua elemen bangsa dan potensi pasti diberdayakan sama beliau. Nggak ada yang ditinggal lah gitu. REN
Baca juga : Mensos Disambut Puisi Dan Pidato Bahasa Inggris
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 13 Oktober 2025 dengan judul "Ada Yang Ingin Jauhkan Prabowo Dan Jokowi, Benarkah? Yanuar Arif Wibowo: Tudingan Seperti Itu Sudah Tidak Dewasa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.