Sebelumnya
Boleh dijelaskan mengenai tuntutan besaran angka kenaikan UMP 2026?
Kisaran itu mencerminkan variasi pertumbuhan ekonomi di tiap daerah. Ada wilayah dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional, seperti Maluku Utara yang pertumbuhannya mencapai lebih dari 20 persen. Karena itu kami menggunakan indeks tertentu sebesar 1,4. Hasilnya, di daerah seperti itu, kenaikan upah logisnya bisa mencapai 10,5 persen. Jadi kami ingin memberi ruang keadilan bagi daerah yang ekonominya memang tumbuh lebih cepat.
Sebagian kalangan menilai tuntutan ini terlalu tinggi dan bisa membebani dunia usaha. Bagaimana Anda menanggapinya?
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Sebaiknya, Presiden Ajak Semua Pihak
Kami realistis. Buruh juga memperhitungkan kondisi ekonomi nasional. Justru kenaikan upah yang proporsional akan menggerakkan konsumsi rumah tangga dan memperkuat perekonomian nasional.
Kalau daya beli naik, sektor produksi ikut bergerak, dan itu baik untuk semua pihak. Jadi usulan ini bukan beban, tapi investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan berkeadilan.
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menilai, kondisi ekonomi saat ini juga harus diperhatikan dalam menentukan besaran UMP?
Baca juga : MPR: Sinyal Nyata Bumi Dalam Kondisi Darurat
Tahun lalu, Presiden Prabowo menggunakan indeks 0,9. Sekarang kami mengusulkan 1,0 karena kondisi ekonomi membaik dan angka pengangguran turun. Artinya, ada ruang fiskal dan produktivitas yang meningkat. Indeks ini bukan dibuat asal-asalan, melainkan menyesuaikan dengan fakta makro ekonomi.
Seberapa besar pengaruh kenaikan UMP bagi masyarakat dan perekonomian negara?
Kalau negara ingin daya beli meningkat, maka upah harus naik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan produktivitas. NNM
Baca juga : Fokus Ke Perut, Gizi Dan Pangan Rakyat
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 23 Oktober 2025 dengan judul "Mulai Ramai Dibahas, Buruh Tuntut Kenaikan UMP 2026, Said Iqbal: Bahas UMP Sebagai Ruang Dialog Sosial"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.