Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penyaluran Kreditnya Capai Rp 944 Triliun
BCA Tangguh Hadapi Fluktuasi Ekonomi RI
Kamis, 23 Oktober 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi fluktuasi ekonomi. Bank swasta terbesar di Tanah Air tersebut bersama entitas anak usaha, mengantongi laba bersih Rp 43,4 triliun selama sembilan bulan tahun ini atau Januari hingga September.
Laba tersebut tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Tak hanya itu, BCA juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7,6 persen yoy mencapai Rp 944 triliun per September 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit yang berkualitas, serta terjaganya likuiditas perseroan.
Penyaluran kredit korporasi menjadi yang tertinggi dibanding segmen lain, tumbuh 10,4 persen yoy mencapai Rp 436,9 triliun per September 2025.
Baca juga : Biodiesel B40 Hemat Devisa, Energi Bersih Melaju Cepat
Kredit komersial naik 5,7 persen yoy menjadi Rp 142,9 triliun, dan kredit UKM (Usaha Kecil Menengah) tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp 129,3 triliun.
Pertumbuhan kredit konsumer menyentuh 3,3 persen yoy menjadi Rp 223,6 triliun, yang didorong kenaikan KPR sebesar 6,4 persen yoy menjadi Rp 138,8 triliun. Outstanding pinjaman konsumer lainnya (mayoritas kartu kredit) tumbuh 6,9 persen yoy mencapai Rp 23,5 triliun.
“Pertumbuhan penyaluran kredit ini mencerminkan komitmen kami mendukung pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam Paparan Kinerja kuartal III-2025 secara virtual, Senin (20/10/2025).
Baca juga : Layanan Kesehatan, Bansos Dan Pendidikan Tak Terganggu
Sementara, total Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,0 persen yoy ditopang CASA (Current Account Saving Account) sebagai pendanaan inti BCA.
Namun diakui Hendra, target pertumbuhan kredit hingga akhir 2025 sulit mencapai double digit. Yakni hanya di kisaran 6-8 persen.
“Proyeksi ini sudah sesuai dengan Rancangan Bisnis Bank (RBB) 2025. Guideline kami tetap 6 hingga 8 persen,” katanya.
Baca juga : Sidang Suap Vonis Lepas CPO, Hakim Dan Terdakwa Nangis
Menurut Hendra, target tersebut mencerminkan sikap kehati-hatian, sekaligus konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas pertumbuhan kredit.
“Kebijakan pertumbuhan moderat tersebut, merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas di tengah fluktuasi ekonomi,” ujarnya.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan nasional pada 2025 akan berada di kisaran 8 hingga 11 persen, yang didorong oleh stabilitas ekonomi makro dan penurunan inflasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya