Sebelumnya
Ada usulan untuk memberikan insentif kepada kepala daerah dari pendapatan asli daerah (PAD). Bagaimana pandangan dan pendapat Anda?
Usulan insentif kepada kepala daerah tersebut akan kita kaji dan pertimbangkan, termasuk besaran angkanya seperti apa.
Menurut Anda, apakah pemberian insentif kepada kepala daerah akan memberikan dampak?
Baca juga : Siap Kawal Riset Air, Pangan Dan Energi
Mengenai dampak dari insentif, ini yang harus kita kaji lebih mendalam juga. Namun, dugaan saya akan memberikan dampak, tetapi tidak besar.
Usulan memberikan insentif ini karena biaya politik di Pemilu dan Pilkada. Apakah demikian?
Benar. Sistem politik dan pemilu yang berbiaya mahal. Tidak hanya saat kampanye, bahkan setelah terpilih pun mereka harus menyenangkan pemilihnya. Itu contoh. Kalau budaya seperti budaya permisif atau pemimpin itu harus memberi ke rakyat, tumpuan keluarga, dan sebagainya. Jadi kalau udah jadi gubernur dan pemimpin daerah, dia dianggap memiliki kemampuan untuk memberi.
Baca juga : Sjafrie: Terbuka Untuk Umum, Tak Hanya TNI
Jadi, menurut Anda sistem pemilu dan pilkada yang berbiaya mahal harus dibenahi?
Meskipun bukan faktor kriminogen yang tunggal, sistem politik dan pemilu menjadi sebab paling signifikan. Ini harus dibenahi. Termasuk budaya dan tata kelola pemerintahan kita. Ada begitu banyak. Namun, saya yakin berjalannya waktu kita akan lebih baik.
Tapi, Anda sepakat dengan pemberian insentif?
Baca juga : Tentang Maklumat, Prabowo Menginginkan Kader Gerindra Kompak
Kalau menurut saya, insentif seperti itu hanya seperti sweetener (pemanis) saja. Tidak menghilangkan akar masalah. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 11 November 2025 dengan judul "Akibat Banyak Terjerat Kasus Korupsi, Kepala Daerah Diusulkan Mendapat Insentif Dari PAD, Ahmad Irawan: Akan Dipertimbangkan Besarannya Seperti Apa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.