Dark/Light Mode

Duet Arif-Amarulla Pimpin BRIN

Siap Kawal Riset Air, Pangan Dan Energi

Selasa, 11 November 2025 06:50 WIB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria (kiri) dan mantan Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya (Purn) Amarulla Octavian (kanan), mengucapkan sumpah saat dilantik menjadi Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc).
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria (kiri) dan mantan Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya (Purn) Amarulla Octavian (kanan), mengucapkan sumpah saat dilantik menjadi Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), didampingi Laksdya TNI (Purn) Prof. Amarulla Octavian sebagai wakilnya. Duet baru ini siap mengarahkan mesin riset nasional agar fokus pada tiga sektor vital. Yaitu, pangan, air dan energi. Sesuai prioritas pembangunan era Prabowo.

Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Upacara pelantikan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lalu pembacaan keputusan Presiden oleh pejabat Sekretariat Negara.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Usai pengucapan sumpah, Arif menandatangani berita acara pelantikan disaksikan oleh Presiden dan sejumlah pejabat negara.

Baca juga : Sjafrie: Terbuka Untuk Umum, Tak Hanya TNI

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden, jajaran menteri, dan para tamu undangan, diiringi kembali lagu Indonesia Raya.

Usai dilantik, Arif yang mengenakan jas lengkap dengan dasi biru menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Dia mengaku mendapat penugasan khusus dari Presiden untuk memperkuat arah riset nasional.

“Bidang yang ditugaskan sesuai dengan bidang yang selama ini saya geluti,” kata Arif.

Baca juga : Tentang Maklumat, Prabowo Menginginkan Kader Gerindra Kompak

Dia mengaku telah beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden Prabowo dalam berbagai forum. Baik saat pertemuan dengan para rektor, pimpinan organisasi masyarakat, maupun kegiatan Kementerian Pertahanan. Dari berbagai kesempatan itu, dia juga mengaku menangkap pesan kuat dari Presiden mengenai pentingnya memperkuat riset dan inovasi nasional sebagai pendorong kemajuan ekonomi bangsa.

“Insya Allah BRIN akan mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden terkait dengan soal pangan, energi, dan air. Saya kira tiga bidang itulah yang perlu didukung oleh riset dan inovasi yang baik,” ucapnya.

Arif menegaskan, kekuatan riset dan inovasi akan menjadi kunci kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan. Negara-negara dengan indeks inovasi yang tinggi terbukti memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

Baca juga : Golkar Jabar: Prabowo Torehkan Sejarah Baru

“Semakin tinggi Global Innovation Index, hampir pasti GDP per kapitanya juga akan tinggi, sehingga kita mau tidak mau harus menggenjot bidang R&D dan inovasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif melihat pentingnya langkah strategis BRIN melakukan konsolidasi nasional di bidang riset dan inovasi. Arif menyebut, kolaborasi harus diperkuat, baik secara horizontal antarlembaga maupun secara vertikal dengan pemerintah daerah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.