BREAKING NEWS
 

Nilai Rata-rata TKA Tingkat SMA/SMK Jeblok, Apa Yang Salah Dengan Pendidikan Kita?

Satriwan Salim: Kami Tidak Kaget Dengan Hasil Rendah

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Jumat, 26 Desember 2025 07:15 WIB
Satriwan Salim, Kornas P2G. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai rata-rata mata pelajaran (Mapel) wajib dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk siswa SMA/SMK jeblok. Ketiga Mapel wajib itu adalah bahasa Indonesia, Matematika dan bahasa Inggris.

Berdasarkan data capaian nasional Kemendikdasmen, untuk jenjang SMA, nilai rerata TKA bahasa Indonesia (57,39), Matematika (37,23), dan bahasa Inggris (26,71). Kemudian untuk jenjang SMK nilai rerata TKA bahasa Indonesia (53,62), Matematika (34,74), dan bahasa Inggris (22,55).

Nilai rata-rata yang jeblok ini mencerminkan standar kualitas akademik dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran yang mereka pelajari selama di sekolah.

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Harus Jadi Catatan Dan Bahan Evaluasi

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan alasan jebloknya nilai TKA siswa SMA dan SMK. Khusus untuk bahasa Inggris, kata dia, anak-anak kesulitan untuk membuat kesimpulan yang teksnya naratif dan deskriptif dengan jumlah paragraf sekitar 4 sampai 5. Siswa juga kesulitan dengan soal yang sifatnya non-teks, infografis.

Adapun soal TKA Matematika, menurutnya, meski memiliki konten sederhana tetapi cara bertanyanya jarang ditemui di sekolah.

Senada, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin menjelaskan, salah satu faktor penyebab rendahnya nilai tersebut, khususnya pada mata pelajaran Matematika, adalah kemampuan murid untuk mentransformasikan masalah kontekstual ke dalam model atau persamaan Matematika masih rendah.

Baca juga : Kemendikdasmen Diminta Evaluasi Lagi Proses Belajar

“Data ini akan menjadi bahan evaluasi kebijakan, penguatan pendampingan untuk seluruh satuan pendidikan, dan juga peningkatan kualitas pembelajaran ke depan, terutama dengan implementasi pembelajaran mendalam,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani sepakat jika hasil dari TKA siswa SMA dan SMK yang sangat rendah ini menjadi catatan dan bahan evaluasi secara menyeluruh terkait dunia Pendidikan di Indonesia.

Bahkan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengharapkan agar hasil TKA ini dievaluasi secara total. “Hasil TKA ini jangan berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca juga : BLT Minimal Rp 8 Juta Buat Korban Bencana Sumatera

Sementara, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengaku tidak kaget dengan rendahnya hasil TKA siswa tahun 2025. Bagi dia, rendahnya TKA karena rapuhnya aspek numerasi, literasi siswa. “Makanya, kita tidak kaget,” ujar Satriwan.

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pandangan Satriwan Salim terkait rendahnya nilai TKA siswa SMA dan SMK tahun 2025, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense