Sebelumnya
Apa tanggapan Anda dengan rencana Pemerintah Indonesia untuk menjadi fasilitator antara Amerika Serikat, Israel dan Iran?
Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam mendorong perdamaian dan dialog internasional, sehingga inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
Namun, posisi Indonesia yang tergabung dengan Board of Peace (BoP) disebut akan mempengaruhi keputusan kedua pihak, khususnya Iran?
Memang terdapat pandangan bahwa hal tersebut dapat menimbulkan tantangan dalam menjalankan peran sebagai fasilitator.
Baca juga : TB Hasanuddin: Niat Baik Ini Butuh Kalkulasi Matang
Anda yakin niat Indonesia ini akan diterima oleh negara-negara tersebut?
Tentu yang terpenting adalah bagaimana Indonesia mampu menjaga kredibilitas dan netralitasnya. Selama Indonesia konsisten menempatkan diri sebagai pihak yang tidak berpihak, serta mengedepankan prinsip perdamaian dan dialog, peran Indonesia tetap relevan dan dapat diterima oleh semua pihak.
Lantas, usai insiden serangan di Timur Tengah, apa saja yang harus dilakukan Pemerintah Indonesia?
Harus segera mengambil langkah diplomasi yang terukur. Seruan penghentian kekerasan, dorongan untuk kembali ke meja perundingan, serta keterlibatan aktif dalam forum multilateral seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menjadi sangat penting. Dengan cara ini, Indonesia tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap stabilitas kawasan, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara yang berkomitmen terhadap perdamaian dunia.
Baca juga : DPR Janji Perjuangkan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK
Menurut Anda, apa dampak dari insiden di Timur Tengah ini kepada Indonesia?
Aspek ekonomi dan keamanan, fluktuasi harga energi, potensi terganggunya rantai pasok global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik bisa berimbas pada kondisi domestik. Selain itu, isu kemanusiaan yang muncul dari konflik tersebut juga menjadi perhatian moral bagi bangsa Indonesia.
Adakah saran Anda kepada Pemerintah?
Langkah diplomasi yang dijalankan harus penuh kehati-hatian, konsisten, dan tetap berlandaskan pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Tujuannya agar Indonesia mampu memainkan peran konstruktif sekaligus melindungi kepentingan nasional. NNM
Baca juga : Pemerintah Percepat Aturan Perdagangan Karbon Nasional
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 2 Maret 2026 dengan judul "Amerika-Israel Serang Iran, Prabowo Bersedia Ke Teheran Jadi Fasilitator Perdamaian, Dave Laksono: Langkah Ini Cermin Politik Bebas Aktif"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.