BREAKING NEWS
 

Pro Kontra Dan Dampak Anggaran MBG Dipangkas

Anis Byarwati: Penyesuaian Anggaran Pilihan Positif Dan Rasional

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Sabtu, 23 Mei 2026 07:10 WIB
Anis Byarwati, Anggota Komisi XI DPR Fraksi PKS. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat rencana Pemerintah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun?

Pemangkasan anggaran MBG tidak otomatis merupakan kebijakan yang buruk. Bahkan, bisa menjadi langkah positif.

Apa alasan Anda menilai pemangkasan ini justru bisa menjadi langkah positif?

Iya, pemangkasan ini juga didasarkan pada perhitungan kebutuhan riil, peningkatan efisiensi, dan penguatan tata kelola.

Baca juga : Masuk Prolegnas Prioritas, 68 RUU Dibereskan Tahun Ini

Menurut Anda, mengapa Pemerintah akhirnya melakukan pemangkasan pada salah satu program utamanya yakni MBG?

Jika penerimaan negara menghadapi tekanan, sementara defisit APBN harus dijaga, maka penyesuaian anggaran merupakan pilihan yang rasional. Defisit APBN Indonesia memang sudah semakin mengkhawatirkan. Defisit APBN 2025 sebesar 2,96 persen saja merupakan yang tertinggi pascareformasi, dengan mengecualikan masa pandemi Covid-19.

Lalu, bagaimana dengan kualitas MBG jika anggarannya mengalami pemangkasan?

Tentu, dengan adanya pengurangan anggaran, diharapkan tidak menyebabkan berkurangnya cakupan penerima atau menurunnya kualitas gizi. Mengingat tujuan strategis program MBG adalah pembangunan sumber daya manusia.

Baca juga : Pigai Minta Pers Terus Kawal HAM Dan Demokrasi

Artinya, meskipun anggaran dipangkas, kualitas makanan harus tetap terjaga ya?

Iya. Karena fokus utama bukan sekadar “anggaran dipotong atau tidak”, melainkan apakah setiap rupiah yang dibelanjakan mampu menghasilkan perbaikan gizi, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara terukur.

Apakah kebijakan pemangkasan ini sudah tepat dalam rangka menjaga APBN?

Opsi kebijakan apa pun yang diambil oleh Pemerintah harus memiliki dampak paling minimal. Menaikkan administered price atau harga yang diatur Pemerintah, seperti BBM, LPG, atau listrik, akan semakin menekan dan menurunkan daya beli masyarakat yang belum pulih. Sehingga, pilihan memangkas atau melakukan penyesuaian program diyakini lebih rasional, seperti memangkas anggaran program MBG dan menunda sebagian belanja infrastruktur yang bersifat multiyears. NNM

Baca juga : Target Pariwisata Bukan Hanya Turis, Tapi Bisa Kerek Ekonomi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 23 Mei 2026 dengan judul "Pro Kontra Dan Dampak Anggaran MBG Dipangkas Anis Byarwati: Penyesuaian Anggaran Pilihan Positif Dan Rasional"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense