BREAKING NEWS
 

Data Kementerian Kesehatan 2025, Depresi Di Jakarta Meningkat, Anggota Dewan Kasih Catatan

Abdul Aziz: Penanganan Kesehatan Mental Sudah Responsif

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Senin, 25 Mei 2026 07:15 WIB
Abdul Aziz, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Layanan kesehatan mental di Jakarta dinilai belum maksimal. Bagaimana Anda melihatnya?

Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah cukup responsif dan memiliki beberapa infrastruktur penanganan yang berjalan dengan baik. Di antaranya, JakCare dalam layanan 24 jam saluran siaga hotline konsultasi psikologis gratis via telepon. Kedua, integrasi JAKI dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Fitur skrining mandiri kesehatan jiwa di aplikasi JAKI yang terhubung dengan program pengecekan di Puskesmas.

Selain itu, ada apa lagi?

Baca juga : August Hamonangan: Pemprov DKI Belum Beri Perhatian Serius

Adanya penempatan psikolog di kecamatan. Selain itu, saat ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga sudah mulai memprioritaskan kesehatan mental siswa melalui program edukasi guna mendeteksi dini gejala depresi atau kecemasan di lingkungan sekolah.

Apa saran agar kesehatan mental warga DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik?

Menjaga kesehatan mental di kota sepadat Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan penanganan medis saat seseorang sudah jatuh sakit. Perlu ada pergeseran strategi dari merawat diri sendiri menjadi saling merawat dalam komunitas.

Baca juga : Baleg Sepakat RUU SDI Punya Daya Paksa Kuat

Konkretnya seperti apa?

Membangun jaringan collective care, mengaktifkan peran komunitas terkecil seperti di tingkat RT/RW, tempat kerja, atau sekolah agar bisa lebih peka terhadap perubahan perilaku sesama. Teman sebaya atau rekan kerja perlu dilatih menjadi pendengar pertama, karena data menunjukkan 55 persen remaja lebih memilih curhat kepada teman dibandingkan guru atau psikolog.

Lantas, seharusnya seperti apa?

Baca juga : MBG Tidak Bagikan Susu Formula Bayi

Saat ini, DPRD dan Pemprov DKI sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Kesehatan Daerah (Siskesda) yang di dalamnya termasuk kesehatan mental. Jika Raperda ini berhasil disahkan, kebijakan Pemprov DKI dalam menjaga kesehatan mental warganya dapat dikatakan sudah sangat tepat. Pasalnya, sudah memiliki landasan hukum yang kuat, anggaran yang mandiri, serta eksekusi program yang jauh lebih komprehensif dari hulu ke hilir. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 25 Mei 2026 dengan judul "Data Kementerian Kesehatan 2025, Depresi Di Jakarta Meningkat, Anggota Dewan Kasih Catatan, Abdul Aziz: Penanganan Kesehatan Mental Sudah Responsif"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense