BREAKING NEWS
 

Rencana Pemerintah Menaikkan HET MinyaKita Menuai Polemik

Herman Khaeron: Berpotensi Bebani Kehidupan Rakyat

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 10 Juni 2026 07:48 WIB
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron.

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda terkait wacana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita?
Menurut saya, HET MinyaKita sebaiknya tetap dipertahankan dan tetap disubsidi.

Kan harga di luar negeri naik?
Memang harga minyak sawit di pasar internasional saat ini mengalami kenaikan hingga sekitar 1.600 dolar AS per metrik ton. Namun, untuk pasar dalam negeri, Pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, harga MinyaKita yang berlaku saat ini sebaiknya tidak dinaikkan. MinyaKita merupakan produk yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan dan menjadi bagian dari penugasan negara kepada BUMN dalam proses distribusinya. Oleh karena itu, penyalurannya harus tetap dijaga. Yang paling penting adalah memastikan tidak terjadi kebocoran dalam distribusi. Jangan sampai produk bersubsidi ini dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.

Baca juga : Khudori: Tata Kelolanya Harus Diperbaiki

Artinya, kenaikan HET MinyaKita tidak diperlukan?
Saya kira dalam situasi ekonomi saat ini belum perlu dilakukan kenaikan HET. MinyaKita harus tetap mendapatkan subsidi dari negara. Apalagi subsidi tersebut didukung oleh dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dana itu berasal dari pungutan ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Setiap ekspor CPO dikenakan pungutan, dan dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung program subsidi MinyaKita. Jadi ketika harga CPO naik, pendapatan dari pungutan juga meningkat. Dengan demikian, dukungan terhadap subsidi MinyaKita seharusnya tetap bisa dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Jika HET MinyaKita naik, misalnya menjadi Rp15.700 per liter, apa dampaknya?
Tentu akan berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan lainnya. Efek berantainya atau multiplier effect cukup besar karena MinyaKita banyak digunakan oleh masyarakat kecil maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketika harga minyak goreng naik, biaya produksi dan harga jual berbagai produk makanan juga berpotensi meningkat. Karena itu, kebijakan mempertahankan harga MinyaKita perlu dipandang sebagai bentuk afirmasi politik ekonomi yang berpihak kepada masyarakat. Tujuannya adalah memastikan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM, tetap terlindungi di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. REN

Baca juga : Muhammad Hoerudin: Jika Dipaksakan, Jadi Beban Administrasi

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 10 Juni 2026 dengan judul: Rencana Pemerintah Menaikkan HET MinyaKita Menuai Polemik, Herman Khaeron: Berpotensi Bebani Kehidupan Rakyat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense