Sebelumnya
Bagaimana tanggapan Anda dengan bergabungnya delapan WNI ke tentara Rusia?
Delapan WNI yang menjadi tentara Rusia merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa bagi Indonesia, Rusia, dan dunia.
Kenapa semakin banyak WNI yang bergabung dengan tentara negara lain?
Bagi sebagian kecil masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang berpikiran pendek, terbuka sebuah lapangan kerja baru yang sangat menjanjikan untuk sebuah masa depan yang stabil.
Baca juga : Dave Laksono: Keliru, Jika Disebut Kegagalan Pengawasan
Bagi Pemerintah Rusia, tentunya mereka menyatakan tidak sekalipun melakukan penjaringan prajurit asing untuk selanjutnya menjadi Warga Negara Rusia. Karena perbuatan ini bertentangan dengan fungsi diplomatik.
Bagi dunia, mereka dapat saja menilai bahwa masyarakat Indonesia siap dilatih untuk menjalankan berbagai tugas pertempuran.
Apa yang perlu dilakukan oleh Pemerintah?
Perlu dilakukan tinjauan kritis atas hal ini. Mengingat walaupun sudah ada delapan prajurit yang terbongkar identitasnya, tidak mustahil jumlah yang beredar sebenarnya di atas itu. Karena itu, Pemerintah perlu melakukan penelitian yang mendalam guna mengetahui akar masalah di dalam negeri dan faktor-faktor yang memudahkan penjaringan WNI sehingga dapat berada di wilayah konflik.
Baca juga : DPR Minta Tindak Tegas Pungli Di Dunia Pendidikan
Apa dampaknya dari kasus ini?
Masuknya delapan WNI menjadi tentara Rusia tentunya berpotensi mengganjal hubungan bilateral RI-Rusia yang sudah sangat baik.
Pemerintah RI dan Rusia perlu mengkaji hal ini. Karena tidak mustahil berita ini adalah sebuah rekayasa untuk memperburuk hubungan RI-Rusia.
Pemerintah RI dan Ukraina juga perlu mengkaji hal ini. Karena tidak mustahil terdapat berbagai pihak yang berkepentingan dengan rusaknya hubungan RI-Ukraina.
Baca juga : Berobat Jadi Semakin Mudah, Pasien Tak Perlu Bawa Berkas
Apakah Pemerintah perlu memperdalam kasus ini agar tidak terulang kembali?
Pemerintah RI perlu berkomunikasi dengan keluarga dari delapan WNI tersebut guna mengetahui secara mendalam seluruh rangkaian proses yang terjadi sehingga membuat mereka berani menanggalkan status WNI mereka.
Pemerintah RI perlu segera memiliki kemampuan pengendalian sistem informasi sehingga dapat sejak dini mencegah penjaringan yang secara langsung maupun tidak langsung menyasar mereka yang membutuhkan pekerjaan. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 2 September 2026 dengan judul "Kabar Delapan WNI Bergabung Ke Tentara Rusia Menuai Polemik, Teuku Rezasyah: Berpotensi Merusak Hubungan Bilateral"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.