RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan sambutan pada peringatan 25 tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu pekan lalu. Sambutannya begitu heroik. Banyak isu kerakyatan dan demokrasi.
Ia juga menyampaikan bahwa Partai Demokrat konsisten mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan.
Pernah menang dan pernah kalah. Menurutnya, pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus dijaga dalam keadaan apa pun. “Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” ucap AHY.
Baca juga : Komisi IV Bentuk Panja Lobster
Dia pun mengingatkan, kekuasaan bukan untuk selamanya, melainkan memiliki batas, sehingga ruang demokrasi tetap harus dijaga. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung secara damai dan demokratis setelah dua periode.
Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. “Para pejuang Demokrat di seluruh Tanah Air, kekuasaan datang dan pergi, jabatan ada waktunya, pemilu memiliki siklusnya, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai,” imbuhnya.
Rupanya, sambutan AHY mendapat berbagai respons dari sejumlah kalangan. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia melihat ada yang berbeda dari gestur AHY ketika menyampaikan sambutan pada peringatan 25 tahun Partai Demokrat.
Baca juga : Targetkan Tembus Olimpiade, Sugiono Gantikan Prabowo Pimpin PB Pencak Silat
“AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender (pesaing) dalam Pilpres mendatang,” ujar Doli.
Menanggapi tudingan tersebut, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron membantah pernyataan Doli. “Terlalu jauh dan overestimate-lah,” bantahnya.
Untuk melihat lebih lengkap pandangan dan pendapat Ahmad Doli Kurnia terhadap pidato AHY, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.