BREAKING NEWS
 

Ide Pengalihan Subsidi Motor Listrik Ke Transportasi Umum Jadi Polemik

Djoko Setijowarno: Pemberian Insentif Berisiko Salah Sasaran

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 16 September 2026 07:10 WIB
Djoko Setijowarno, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Ada yang mengusulkan agar subsidi motor listrik dialihkan untuk subsidi kendaraan umum. Bisa Anda paparkan?

Pengalaman global membuktikan bahwa elektrifikasi transportasi yang sukses selalu menempatkan angkutan umum sebagai prioritas utama.

Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah mengevaluasi ulang arah insentif nasional dengan menggeser fokus dari subsidi motor pribadi menuju penguatan armada bus listrik perkotaan demi mewujudkan keadilan sosial, ruang kota yang manusiawi, dan masa depan fiskal yang berkelanjutan.

Baca juga : Komisi III Rumuskan Pembagian Tugas Lembaga Dalam RUUPA

Bisa Anda jelaskan?

Pemberian insentif untuk bus listrik sebagai transportasi umum memberikan dampak sistemik yang jauh lebih luas dibandingkan insentif motor listrik yang bersifat kendaraan pribadi.

Apa saja alasannya atau manfaatnya?

Baca juga : Kapolri Ajak Buruh Dan Pelaku Usaha Bersinergi

Pertama, efisiensi anggaran dan keadilan sosial. Subsidi APBN/APBD untuk bus listrik dapat dinikmati oleh ribuan orang per unit setiap harinya. Alokasi anggaran negara pun menjadi lebih berkeadilan sosial karena menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok berpenghasilan rendah. Sebaliknya, insentif motor listrik berisiko kurang tepat sasaran karena cenderung dinikmati oleh kelompok yang sudah memiliki daya beli.

Alasan lain?

Bus listrik mendorong migrasi pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Satu bus listrik berkapasitas besar sanggup menggantikan 40-60 sepeda motor di jalan sehingga efektif mengurangi kemacetan. Sementara itu, motor listrik hanya mengalihkan jenis emisi tanpa menyelesaikan masalah penumpukan volume kendaraan roda dua.

Baca juga : Aplikasi Anak Bangsa Siap Naik Kelas Ke Pasar Global

Faktor lingkungan dan efisiensi emisi, bagaimana?

Iya. Bus listrik menekan emisi karbon dan polusi udara secara masif per kapita penumpang. Efisiensi penggunaan energi per kilometer per penumpangnya jauh lebih tinggi. Meski motor listrik menekan emisi di tingkat individu, dampaknya terhadap penurunan total emisi perkotaan relatif lambat jika jumlah kendaraan di jalan tidak berkurang. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 16 September 2026 dengan judul "Ide Pengalihan Subsidi Motor Listrik Ke Transportasi Umum Jadi Polemik, Djoko Setijowarno: Pemberian Insentif Berisiko Salah Sasaran"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense