Asisten virtual kini bukan lagi sekedar cerita fiksi ilmiah. Perkembangannya yang pesat membuat Asisten virtual sering digunakan manusia dan telah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari keseharian kita. Mulai dari Siri Apple hingga Google Asistant, asisten virtual secara tidak langsung merubah cara berinteraksi kita terhadap sebuah teknologi. Dari tahun ke tahun, asisten virtual terus mengalami perkembangan. Perkembangan ini dikarenakan adanya kemajuan dalam teknologi AI (Artificial Intelligence), teknologi NLP (Natural Language Program), serta pengenalan suara.
Asisten virtual pertama kali diciptakan pada tahun 1960-an dengan sistem seperti ELIZA. Sistem ini masih sangat terbatas karena hanya mampu mensimulasikan percakapan dengan manusia. Hingga pada tahun 1990-an, asisten virtual telah dilengkapi dengan teknologi pengenalan suara. Hal ini memungkinan mengontrol asisten virtual hanya dengan menggunakan suara.
Bagaimana Peran AI dan NLP dalam Perkembangan Asisten Virtual?
Perkembangan AI dan NLP menjadi penyebab terjadinya revolusi asisten virtual. Asisten virtual termasuk salah satu contoh penerapan AI. Faktanya, asisten virtual menggunakan berbagai teknik dan algoritma kecerdasan buatan agar dapat berinteraksi dengan pengguna. Dengan dilengkapi teknologi NLP (Natural Language Program), memungkinkan pengguna untuk berbicara serta mendapat respon berupa balasan dari aplikasi dengan cara yang sama. Hal ini dikarenakan asisten virtual merupakan sebuah rangkaian bahasa pemrograman dengan basis NLP. Hal ini membuat asisten virtual dapat memproses bahasa alami untuk menganalisis teks maupun suara pengguna dengan cara yang bermakna.
Apa Saja Dampak Positif dari Keberadaan Asisten Virtual?
Asisten virtual memiliki dampak yang signifikan pada cara kita hidup dan bekerja. Kehadirannya terbukti memberikan berbagai manfaat dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dampak positif yang ditimbulkan asisten virtual yaitu :
Baca juga : Juventus Kalah Terus Di Liga Italia, Allegri Terancam Dipecat
1. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Dengan hanya menggunakan suara atau teks, kita dapat melakukan berbagai tugas-tugas ringan seperti mencari informasi, memutar musik, hingga mengontrol berbagai perangkat pintar telah terhubung melalui asisten virtual tersebut. Hal ini memungkinkan kita untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
2. Mempermudah Akses Informasi dan Layanan
Dengan adanya asisten virtual, berbagai informasi seperti berita, cuaca, peta dan sebagainya dapat diakses dengan mudah. Hal ini membuat kita tak perlu khawatir akan ketinggalan informasi terbaru. Karena asisten virtual akan menjamin kita dengan memberikan informasi up-to-date setiap harinya.
3. Membantu Orang dengan Keterbatasan Fisik
Asisten virtual dapat digunakan dalam hal menyediakan aksesubilitas yang lebih besar terhadap penggunaan teknologi. Dengan adanya NLP, membuat orang dengan disabilitas visual dapat memberikan perintah hanya dengan melalui suara. Hal ini membuat mereka tak perlu takut kesusahan dalam melaksanakan tugas-tugas ringan.
Baca juga : Israel, Stop Serangan Brutalmu
Bagaimana dengan Dampak Negatif dari Keberadaan Asisten Virtual?
Dibalik kemudahan yang diberikan, asisten virtual bagaikan pisau bermata dua dengan adanya potensi ancaman dari keberadaannya. Potensi ancaman yang muncul perlu diperhatikan secara khusus. Berikut dampak negatif dari adanya asisten virtual.
1. Privasi dan Keamanan Data.
Seperti layaknya AI pada umumnya. Asisten virtual melakukan pengumpulan dan penyimpanan data dalam proses pengoperasiannya. Semua dilakukan agar asisten virtual dapat berjalan secara maksimal. Hal inj menimbulkan kekhawatian tentang adanya potensi penyalahgunaan dari data pribadi para penggunanya.
2. Menyebabkan Efek Ketergantungan
Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, menyebabkan pengguna merasa ketergantungan pada asisten virtual. Hal ini membuat pengguna menjadi jarang melakukan interaksi sosial kepada orang lain. Sehingga secara tidak langsung mnegisolasi pengguna dari orang sekitarnya.
Baca juga : Presiden Jokowi Satu Jam Di Resepsi Putra Mentan Amran Sulaiman
3. Munculnya Bias Algoritma pada Asisten Virtual
Asisten virtual mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini menimbulkan adanya bias algoritma pada asisten virtual. Adanya bias dalam algoritma membuat informasi yang diberikan terkadang menjadi tidak akurat.
Kesimpulan
Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk mengambil pendekatan yang seimbang terhadap keberadaan asisten virtual. Kita dapat memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan asisten virtual dengan tetap meningkatkan kesadaran akan potensi ancaman yang ditimbulkan. Regulasi yang ketat juga diperlukan dalam hal menjamin keamanan data sehingga tidak terjadi adanya kebocoran data.
Dapat disimpulkan bahwa asisten virtual dapat menjadi sebuah revolusi yang memberikan banyak manfaat dalam mempermudah aktivitas manusia kedepannya. Namun, kita juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan sadar akan potensi ancaman yang ada. Dengan kesadaran dan tanggung jawab yang tepat, asisten virtual dapat membawa dampak yang positif dan berkelanjutan bagi semua pihak.
Referensi :
Abdul Azis, d. P. (2024). Optimalisasi Potensi Digital Menuju Era Industri 5.0 dengan Asisten Virtual. Jkpim : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen, 46-53.
Eka Yuniar, d. H. (2019). IMPLEMENTASI CHATBOT "ALITTA" ASISTEN VIRTUAL DARI BALITTAS SEBAGAI PUSAT INFORMASI DI BALITTAS. ANTIVIRUS: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika, 24-35.
Rangga Putera Perdana, I. (2019). Implementasi Asisten Virtual Dalam Komunikasi Pelayanan Pelanggan (Studi Kasus Pada Layanan Pelanggan Telkomsel). Jurnal Komunikasi, 183-196.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.