BREAKING NEWS
 

Mengenal Stereotip pada Iklan dan Dampaknya terhadap Masyarakat Luas

Writer : Rosita Tri Cahya
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 21 Juli 2024 21:11 WIB
Ilustrasi stereotip. (Gambar: Unsplash/Markus Winkler)

Pengertian Stereotip dalam Iklan 

Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah segala bentuk pesan promosi benda seperti barang, jasa, produk jadi, dan ide yang disampaikan melalui media ditujukan kepada sebagian besar masyarakat. Stereotip dalam iklan merujuk pada penggambaran atau representasi berlebihan dari karakteristik tertentu yang umumnya diasosiasikan dengan kelompok atau kategori sosial tertentu, seperti berdasarkan gender, ras, usia, atau latar belakang budaya. Stereotip ini sering kali digunakan untuk menyederhanakan pesan iklan dan membuatnya lebih mudah dipahami oleh audiens, tetapi mereka juga bisa memiliki berbagai dampak negatif. Upaya untuk mengatasi dan mengurangi stereotip dalam iklan sangat penting untuk menciptakan representasi yang lebih adil dan inklusif dalam media. 

Contoh Stereotip dalam Iklan 

Baca juga : Oakwood Suites Kuningan Komit Terhadap Keberlanjutan Lingkungan

Contoh kasusnya, sebuah iklan produk yang menampilkan seorang guru pada tahun 2019. Iklan tersebut awalnya memperlihatkan seorang guru yang menghukum salah satu siswa dan ditakuti siswa lainnya. Lalu, seorang siswa yang terlambat datang. Alih-alih marah, guru ini justru mempersilakan siswa yang telat untuk duduk dan bahkan membawakan tasnya. Di akhir, ada adegan saat guru itu bermain game bersama siswa yang terlambat.

Iklan ini melanggar etika periklanan dengan beberapa cara. Iklan tersebut merendahkan otoritas dan profesionalisme guru, memberikan pesan yang membingungkan mengenai disiplin sekolah, dan menunjukkan sikap permisif terhadap keterlambatan siswa tanpa konsekuensi. Selain itu, penggunaan anak-anak dalam iklan ini dilakukan tanpa mempertimbangkan pedoman etika yang melindungi mereka. Semua aspek ini menunjukkan bahwa iklan tersebut tidak sesuai dengan standar etika periklanan yang seharusnya diikuti.

Dampaknya terhadap Masyarakat Luas 

Baca juga : Wacana Kenaikan CHT, Politisi Gerindra Ingatkan Dampak Ekonominya Sangat Luas

Iklan tersebut yang menampilkan stereotip tentang guru dan disiplin sekolah memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap masyarakat luas. Iklan yang kontroversial ini dapat memicu reaksi negatif dari masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan pemerhati pendidikan.

Iklan tersebut dapat mengurangi rasa hormat terhadap guru, menyebarkan pesan yang salah tentang disiplin, dan memengaruhi persepsi masyarakat tentang sistem pendidikan. Selain itu, iklan ini berpotensi memengaruhi tingkah laku siswa, memicu kontroversi dan kritik, serta menurunkan standar kualitas iklan di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan konten iklan agar tidak melanggar etika periklanan dan menghindari penyebaran stereotip yang merugikan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense