BREAKING NEWS
 

Presuniv Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Manajemen Keuangan

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 17 Maret 2025 17:02 WIB
President University (Presuniv) mengukuhkan Prof. Chandra Setiawan dan Prof. Purwanto sebagai Guru Besar dalam Bidang Manajemen Keuangan. (Foto: Dok. Presuniv)

RM.id  Rakyat Merdeka - President University Kukuhkan Prof. Chandra Setiawan dan Prof. Purwanto sebagai Guru Besar dalam Bidang Manajemen Keuangan.

President University (Presuniv) mengukuhkan sekaligus dua guru besarnya dalam bidang manajemen keuangan. Keduanya adalah Prof. Dr. Drs. Chandra Setiawan, MM, Ph.D., dan Prof. Dr. Purwanto, ST, MT. Mereka seharihari menjadi dosen di Fakultas Bisnis, Presuniv. 

Prosesi pengukuhan dilakukan dalam sidang senat terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat, yang juga Rektor Presuniv, Handa S. Abidin yang  diselenggarakan di Hotel Holiday Inn, kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. 

Ratusan tamu undangan menghadiri prosesi pengukuhan tersebut. Di antaranya, Sekretaris Ditjen Saintek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, M. Samsuri dan Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Thomas Suyatno. 

Keduanya juga memberikan sambutannya pada acara tersebut. Hadir pula Deputi IV Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Warsito.

Baca juga : 6 Bendungan Topang Swasembada Pangan

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) Budi Susilo Soepandji dan jajaran pengurus lainnya; Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa serta beberapa komisioner dan mantan komisioner lainnya; Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro; Direktur Beasiswa LPDP IDwi Larso, anggota DPR Darmadi Durianto dan mantan anggota DPR  Hendrawan Supratikno, serta jajaran direksi PT Jababeka Tbk.

Penasehat Rektor Presuniv, Djoko Santoso, yang pernah menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Tinggi (2010-2014), dan Abdul Wahid Maktub, Duta Besar Indonesia untuk Qatar (2004-2007), juga hadir dalam upacara pengukuhan tersebut. Tamu-tamu lainnya adalah Gandi Sulistiyanto, Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea (2021-2023), tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan, serta para guru besar dan akademisi baik dari universitas negeri maupun swasta. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. 

Riset dan Pengabdian Masyarakat Jadi Indikator Jony Oktavian Haryanto, Sekretaris YPUP, pada sambutan pembuka mengungkapkan bahwa universitas menjadi yang terdepan karena peran riset dan pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata pada pengajaran. 

“Maka, sebagai guru besar, salah satu perannya adalah membawa kampusnya menjadi yang terdepan dalam mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Jony dalam keterangannya, Senin (17/3/2025). 

Adsense

Jony menambahkan, dengan dikukuhkannya Prof Chandra dan Prof Purwanto sebagai guru besar, saat ini Presuniv memiliki lima profesor yang dikukuhkan secara langsung oleh Presuniv.

Baca juga : Agincourt Resources Catat Kinerja Gemilang dan Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Sementara, profesor-profesor lain yang ada di Presuniv, mereka sudah menjadi guru besar ketika bergabung.

”Dalam orasi ilmiahnya sebagai guru besar, Prof Chandra membahas Penyebab Kredit Macet (NPL/NPF) dan Efisiensi Bank: Perbandingan Bank Islam dan Konvensional di Asia, Timur Tengah plus Turkey. Ia melihatnya dalam perspektif manajemen keuangan.  

Dalam paparannya Prof. Purwanto mengungkapkan bahwa pemerintah menggunakan layanan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), termasuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), sebagai strategi untuk mengurangi kemiskinan.

 Di antara LKMS, riset Prof. Purwanto fokus pada Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan Koperasi Syariah (Kopsyah). Menurutnya, segmen pasar BMT dan Kopsyah memang masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah.

“Semakin kecil angsuran pinjaman, layanan BMT dan Kopsyah akan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat miskin,” ujarnya. 

Baca juga : Jepang Kucurkan Hibah Renovasi Madrasah Di Desa Banyumas, Lampung

Purwanto menekankan bahwa penambahan jumlah cabang akan efisien bila diikuti dengan penambahan jumlah layanan dan peminjaman.

“Itu bisa dilakukan dengan perluasan usaha, penambahan portofolio, pembiayaan dan pengerjaan proyek di berbagai sektor,” tuturnya. 

Menurut Purwanto, LKMS yang beroperasi sesuai prinsip-prinsip Islam menjadi tumpuan usaha mikro untuk memperbaiki kualitas hidup.

“Upaya pemberdayaan ini membutuhkan waktu yang lama. Maka, BMT atau Kopsyah mesti mendapatkan profit yang memadai agar usahanya dapat berkelanjutan,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense