Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Islam Bandung (Unisba) terus melahirkan para guru besar dalam berbagai keilmuannya. Terbaru, lima orang guru besar baru telah dikukuhkan oleh Unisba.
Pengukuhan guru besar dilakukan langsung Rektor Unisba Prof. Edi Setiadi di Aula Unisba, Kamis (27/2/2025).
Kelima orang guru besar tersebut adalah Prof. Septiawan Santana Kurnia (Guru Besar dalam Bidang Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba), Prof. Pupung Purnamasari (Guru Besar dalam Ranting Ilmu Auditing Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi Unisba), Prof. Dedeh Fardiah (Guru Besar dalam Ranting Ilmu Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba).
Kemudian, Prof. Ima Amaliah (Guru Besar dalam Ranting Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Unisba), dan Prof. Neneng Nurhasanah (Guru Besar dalam Ranting Ilmu Hukum Ekonomi Syariah (Fiqh Muamalah) Fakultas Syariah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Unisba).
Baca juga : Universitas Bakrie Lahirkan Guru Besar Di Bidang Knowledge Management
Rektor Unisba Prof. Edi Setiadi menegaskan, pendirian Unisba bukan sekadar mendirikan perguruan tinggi tapi memiliki cita-cita yang futuristis. Yaitu, menghasilkan perguruan tinggi yang unggul tempat mendidik kader-kader generasi muda Islam, teknorat, ilmuwan dan seniman yang mempunyai spirit keislaman yang kuat, sesuai dengan sunnah Nabi dan firman Allah.
"Tradisi akademik yang dijalankan di Unisba berasal dari tradisi Qur’ani. Unisba harus tetap tegak laksana batu karang untuk terus mengembangkan sayap keilmuannya dan beguna bagi masyarakat," kata Edi dalam keterangan resminya, Jumat (28/2/2025).
Edi berharap jabatan guru besar dapat menjadi cita-cita dan harapan bagi seluruh dosen di Unisba. Menurutnya, guru besar bukan sekadar seorang pengajar tapi merupakan Maha Guru yang memiliki kewenangan dan kesaktiannya di bidang akademik.
Meskipun untuk mencapainya diperlukan waktu serta upaya maksimal dalam mencapai puncak tertinggi tersebut.
Baca juga : Dubes Iwan Bogananta Resmikan Perkebunan Anggur Terbesar Di Bulgaria
"Guru besar haruslah menjadi pengembang ilmu pengetahuan baik melalui berbagai pikiran yang dimuat di berbagai jurnal dan buku serta dapat juga menjadi intelektual publik dengan cara menulis di media massa, sehingga ilmunya berguna untuk kemajuan peradaban,” ujarnya.
Edi berpesan untuk terus menjadi pribadi yang menginspirasi, berpijak pada bumi, jangan sampai lupa diri, menjadi kolega yang rendah hati, dan tidak menjadi tinggi hati.
Pada pengukuhan ini, kelima guru besar menyampaikan orasi ilmiahnya masing-masing. Septiawan menyampaikan orasi ilmiah berjudul ‘Bagaimana Jusrnalisme Melihat Content Creator Di Dalam Kegiatan Jurnalistik’, Pupung menyampaikan orasi ilmiah berjudul ’Audit Smart & Pentahelix : Sinergi Inovatif Dalam Pencegahan Korupsi dan Pembangunan Berkelanjutan’.
Lalu, Dedeh menyampaikan orasi ilmiah berjudul ’Model Edukasi Literasi Digital Berdaya Dan Berbudaya Dalam Upaya Menciptkan Generasi Z Yang Cerdas Dan Kritis Menyongsong Indonesia Digital 2045’.
Baca juga : Tasikmalaya Kukuhkan Posisi sebagai Kota Wakaf
Sementara Ima menyampaikan orasi ilmiah berjudul ’Meniti Garis Tipis : Ekonomi, Penduduk Dan Krisis Lingkungan Di Asia Tenggara’, dan Neneng menyampaikan orasi ilmiah berjudul ’ Tauhid Ekonomi Sebagai Pilar Kepatuhan Syariah Di Era Revolusi Industri 5.0’.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya