BREAKING NEWS
 

Hasil TKA, Bukan Sekadar Angka

Writer : Muhamad Ikhwan A. A
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 19 Januari 2026 22:14 WIB
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

Seperti umumnya kebijakan, dukungan dan kritik tentang implementasi menjadi bagian langsung daripada proses kehidupan bangsa dan negara. Tak bisa dihindari, keduanya mampu memberikan peranan yang berdampak pada perbaikan kebijakan itu sendiri. Dengan dukungan yang positif, implementasi kebijakan akan tersosialisasi dengan baik pula dan dengan adanya kritik, celah perbaikan mampu ditemui. 

Dalam kontruksi studi teori kritis, semangat mendorong perubahan pada tatanan masyarakat umumnya didasari variabel seperti demokratis, emansipatoris, dan kemanusiaan. Hal ini misalnya selaras dengan teori-teori kritis mahzab Franfkurt seperti alienasi, reifikasi, dan emansipasi yang menjelaskan bahwa fenomena-fenomena keterlibatan sosial selalu timbul dalam implementasi sebuah kebijakan (Robertha Astri Karunia, dkk; 2024). 

Demokratis memberikan kesempatan bahwa kebijakan yang ada harus melibatkan unsur masyarakat, sementara emasipatoris membuka kepentingan kelompok masyarakat untuk turut serta dipenuhi oleh kebijakan yang akan diimplementasikan. Dari sini artinya, meskipun cenderung menimbulkan adanya pembagian mata rantai antara pro dan kontra atas kebijakan, pandangan atas keduanya seyogyanya menjadi begitu lumrah.

Kebijakan Tes Kemampuan Akademik

Baca juga : Manohara, Putuskan Pacar Karena Selingkuh

Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebuah kebijakan yang keluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai upaya pemetaan hasil belajar murid dalam melaksanakan pembelajaran pun tak lepas dari padangan pro dan kontranya. Terobosan yang mulai diterapkan pada murid tingkat sekolah atas tahun 2025 lalu ini ramai mendapatkan atensinya. Bagi beberapa mereka, keraguan atas urgensi pelaksanaannya menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan kembali. Bagi sebagian yang lain, TKA diyakini mampu menginisiasi adanya transformasi penyelenggaraan pendidikan. 

Apalagi, setelah mencuat ke publik, hasil rata-rata TKA jamak disayangkan. Nilai rata-rata mata pelajaran wajib yang rendah pada Bahasa Inggris dan Matematika memberikan gambaran awal seberapa kapasitas sumber daya generasi muda Indonesia. Meskipun banyak faktor yang melatarbelakanginya, temuan hasil TKA paling tidak menjadi begitu fundamental apalagi jika berbicara bagaimana membangun perbaikan pendidikan di Indonesia. Meskipun bukan satu-satunya metode dalam menentukan keberhasilan pendidikan, TKA sebagai instrumen pengujian mampu menyajikan kerangka kebutuhan akselerasi bidang mata pendidikan mana yang harus dikejar.

Secara sederhana, hasil nilai yang disayangkan publik ini tentu bisa kita anggap sebagai alarm perlunya percepatkan peningkatan kapasitas sumber daya pendidikan kita. Tidak hanya berfokus pada orientasi murid sebagai peserta pendidikan, guru sebagai pengajar, dan struktur satuan pendidikan sampai instansi pemangku kebijakan agaknya perlu mawas diri atas peran serta tanggung jawabnya. Dengan demikian nantinya, meskipun belum menunjukkan angka-angka materil yang maksimal, TKA dari sini tentu mampu melandasi upaya evaluasi penyelenggaraan pendidikan secara komprehensif. Sifatnya yang berperan sebagai sarana 'daya ukur' hasil pembelajaran yang bukan merupakan 'prasyarat wajib' kelulusan murid tentu bisa dipahami sebagaimana tujuannya yang tepat sasaran.

Adsense

Evaluasi pembelajaran adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap proses pembelajaran, seseorang pendidikan misalnya bisa menggunakan alas tes ukur untuk melihat, menilai dan menentukan tingkat pemahaman muridnya. Pengukuran ini umumnya bersifat kuantitatif dan menghasilkan angka sebagi keluaran hasil belajar murid, sementara di sisi lainnya, alat tes juga bisa bersifat kualitatif dengan memperhatikan setiap hasil dan potensi belajar murid. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa proses belajar murid sudah akan sesuai dengan rencana pembelajaran dan tujuan pendidikan, selain itu, mampu mendasari perbaikan proses kedepan dengan mencari solusi atas kekurangan yang dialami peserta didik. (Ira Magdalena : 2023)

Baca juga : Bukan Sekadar Gadis Cantik

Namun, yang menarik dari TKA adalah, kesan ujian serentak yang konservatif dan hanya melihat capaian belajar dari nilai pengerjaan soal pada mapel tertentu tidaklah kental. Sebaliknya, sifatnya yang sukarelawan dengan tambahan mapel pilihan membuka pintu bagi murid untuk menentukan rencana dan langkah keberlanjutan pendidikannya. Pun ternyata hasil yang diperoleh belum pada angka-angka maksimal, rerata nilai yang ada tidak bisa dilihat secara mentah begitu saja, ada kontekstualisasi problematika pendidikan yang mulai diuraikan secara terperinci pada langkah-langkah kedepan.

Tak Hanya Sekadar Angka Belaka

Artinya dari sini, angka rerata hasil TKA yang belum maksimal tidak hanya dapat dilihat sebagai hasil pembelajaran belaka, namun lebih daripada itu, secara ideal tentu perlu menjadi titik awal dalam mendiagnosis perbaikan pendidikan kearah mana sehingga menjadi terus lebih baik lagi. Mau atau tidak, kesadaran semacam ini perlu menjadi pemicu yang menyongsong baik langkah preventif ketertinggalan kapasitas semua lapisan sumber daya pendidikan. Hasil TKA memperkuat energi kemana arah pendidikan harus berjalan dengan seksama dan penuh perhatian serius tentang tanggung jawab mencerdaskan kehidupan generasi muda bangsa dan negara kita. 

Selain itu, yang juga menarik untuk dilihat adalah tingkat partisipasi TKA yang tinggi. Tingkat partisipasi keikutsertaan TKA mencapai 97,9 persen dari total murid jenjang SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan Paket C di seluruh Indonesia. Dengan menunjukkan keterlibatan yang tinggi ini, indikasi bahwa semangat belajar setiap murid di satuan pendidikan jenjang menengah atas pada periode tahun 2025 mengarah pada tren yang kian positif. Selain tentu karena mekanisme sosialisasi pemahaman penting ikut serta TKA yang juga berjalan dengan baik, partisipasi yang tinggi juga menjadi bahan utama dalam menganalisis perbaikan keberlanjutan pelaksanaannya diwaktu kemudian dimana rencana pemberlakuannya juga ada pada murid tingkat dasar dan menengah pertama. 

Baca juga : Bareng Petani Di Karawang, Prabowo Umumkan Swasembada Pangan 2025

Ditengah keraguan akan masa depan generasi muda bangsa Indonesia, yang juga diakibatkan masifnya pergeseran gaya hidup utamanya pada iklim literasi yang rendah, spirit dalam belajar dan menggapai hasil ajar justru terlihat tumbuh subur dari tingginya partisipasi TKA ini. TKA barangkali memang membuka tabir bahwa kemampuan murid kita belum benar-benar sampai pada harapan dan tujuan penyelenggaraan pendidikan, namun TKA mampu menjadi acuan yang menguatkan daripada proses perbaikan penyelenggaraan pendidikan akan dimulai agar benar-benar startegis. TKA yang pelaksanaannya tidak pada pendekatan labeling peringkat murid atau penentu kelayakan murid guna lulus pada jenjang satuan pendidikan tertentu adalah ikhitiar pemangku kebijakan dalam menghadirkan terobosan yang komprehensif dan terstruktur.

Hal ini ditekankan dimana peranan dan fungsi TKA hadir bukan hanya sekedar format ujian yang sarat akan nilai formalitas belaka. TKA sebagai "Assessment of learning" memberikan potret capaian pendidikan, TKA sebagai "Assessment for learning" merupakan dasar dalam perbaikan pendidikan, dan TKA sebagai "Assessment as learning" adalah bagian dari penilaian yang komprehensif. Selanjutnya, meskipun terkesan hanya bersifat catatan evaluatif, hasil jadi TKA juga mampu menjadi modal yang dibutuhkan murid untuk melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Hasil dari TKA mampu digunakan sebagai salah satu struktur instrumen yang mendukung pemenuhan syarat-syarat administratif. Hal ini juga artinya, meskipun sifat ikut sertanya sukarelaan, catatan hasil TKA diakui absah dan berguna bagi murid yang akan melakukan kenaikan jenjang pendidikannya

Kita tentu perlu terus berharap dan mengawal betul agar ke depan, pendidikan Indonesia terus berjalan sebagaimana mestinya dalam mewujudkan cita-cita besar dibentuknya negara Indonesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari sinilah, pembangunan bangsa negara yang terus berkembang dan maju mampu kita raih. Semoga

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense