Dark/Light Mode

Deal! RI-AS Rampungkan Perjanjian Dagang

Selasa, 23 Desember 2025 10:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., Senin (22/12/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., Senin (22/12/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati substansi perundingan perdagangan resiprokal yang tertuang dalam dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART) setelah melalui perundingan intensif sejak April 2025.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan resmi antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., Senin (22/12/2025). Pertemuan itu dilaksanakan untuk menindaklanjuti penugasan Presiden Prabowo Subianto agar mendorong percepatan penyelesaian dokumen ART antara Indonesia dan AS.

Menko Airlangga mengatakan perundingan dilakukan dengan mengedepankan keseimbangan kepentingan kedua negara. Menurutnya, Indonesia dan AS saling menyampaikan isu strategis masing-masing untuk kemudian mencari titik temu.

“Kuncinya adalah keseimbangan. Kita sampaikan isu-isu yang menjadi kepentingan utama Indonesia, sekaligus mendengarkan pandangan dari pihak AS. Dari situ kita mencari jalan tengah,” kata Airlangga.

Baca juga : DPR Dukung BUMN Punya Peran Perkuat Ketahanan Pangan

Perundingan perdagangan resiprokal tersebut dilakukan menyusul pengumuman Liberation Day pengenaan tarif resiprokal oleh AS pada 2 April 2025. Sejak saat itu, Pemerintah Indonesia melakukan komunikasi dan perundingan intensif guna mengatasi berbagai isu perdagangan bilateral.

Hasil awal dari proses tersebut ditandai dengan diterbitkannya Joint Statement pada 22 Juli 2025 yang menyepakati penurunan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Setelah itu, kedua negara melanjutkan perundingan teknis untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan secara menyeluruh.

Melalui perjanjian ART, Indonesia berkomitmen memberikan akses pasar bagi produk-produk AS, mengatasi berbagai hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial. Sebaliknya, AS berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan produk lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga juga mendorong agar seluruh isu utama dan teknis dalam ART dapat disepakati oleh kedua belah pihak. Setelah pembahasan yang cukup panjang, Indonesia dan AS akhirnya menyepakati seluruh substansi utama dalam dokumen ART yang direncanakan akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga : Momen Prabowo Cek Tumpukan Kayu Yang Terbawa Banjir Di Aceh Tamiang

“Kami telah melaksanakan pertemuan dengan Ambassador Jamieson Greer dan Alhamdulillah pembahasan berjalan sangat baik, sehingga seluruh isu utama dalam dokumen ART dapat disepakati secara substansi,” ujar Menko Airlangga.

Ambassador Jamieson Greer menyambut baik hasil pertemuan tersebut dan mengapresiasi semangat kedua negara dalam mempercepat penyelesaian kesepakatan, meskipun pertemuan berlangsung di tengah dimulainya libur Natal di AS.

“Hasil pertemuan ini menjadi hadiah Natal yang sangat berarti dan akan membawa manfaat bagi kedua negara,” kata Greer.

Pasca kesepakatan substansi tersebut, tim teknis Indonesia dan AS dijadwalkan melanjutkan pertemuan pada pekan kedua Januari 2026 di Washington D.C. guna melakukan legal scrubbing dan penyempurnaan dokumen. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan, sehingga dokumen ART dapat difinalisasi pada pekan ketiga Januari 2026.

Baca juga : Inspeksi Jalur KA Rampung, KNKT–KAI Tegaskan Keselamatan Jelang Nataru

Airlangga berharap penandatanganan resmi dokumen ART dapat dilakukan sebelum akhir Januari 2026. “Diharapkan sebelum akhir Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump dapat menandatangani dokumen ART secara resmi di White House, Washington D.C.,” kata Menko Airlangga.

Saat ini, pihak AS tengah melakukan koordinasi internal antara USTR dan National Security Advisor (NSA) untuk menentukan waktu yang paling tepat bagi pertemuan kedua kepala negara.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Staf Khusus Menko Perekonomian Rizal Mallarangeng, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.