Dark/Light Mode

Transportasi Hijau Bukan Sekadar Opsi, Melainkan Keharusan

Sabtu, 29 November 2025 21:08 WIB
Dosen Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Dr. Ir. Novita Sari. Foto: Dok Novita Sari
Dosen Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD Dr. Ir. Novita Sari. Foto: Dok Novita Sari

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah membawa perubahan besar dalam pola mobilitas masyarakat. Layanan transportasi berbasis permintaan (on-demand transport services) seperti ride-hailing, car-sharing, dan shuttle berbasis aplikasi menawarkan solusi mobilitas yang fleksibel, cepat, dan efisien.

Namun, meskipun memberikan kenyamanan, sebagian besar armada layanan ini masih didominasi kendaraan berbahan bakar fosil yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon dan polusi udara.

Di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara (dalam Nurhayati, 2021) mencatat bahwa kendaraan menyumbang 70–80 persen emisi di kawasan perkotaan.

Sebuah mobil yang mengonsumsi 7,8 liter bahan bakar per 100 km dan menempuh 16 ribu km per tahun diperkirakan menghasilkan sekitar 3 ton karbon dioksida (Parinduri et al., 2018).

Dengan proyeksi pertumbuhan emisi sektor transportasi mencapai 53 persen pada 2030, transformasi menuju sistem transportasi rendah emisi menjadi semakin mendesak.

Baca juga : Patra Jasa Siapkan Layanan Optimal Jelang Libur Nataru

Karena itu, penerapan teknologi ramah lingkungan dalam layanan transportasi berbasis permintaan bukan hanya relevan, tetapi juga strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Transportasi Digital: Peluang Menekan Emisi

Digitalisasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan transportasi modern. Teknologi digital memungkinkan integrasi antara aplikasi pemesanan, navigasi, data lalu lintas, hingga manajemen armada secara real time.

Menurut Noussan & Tagliapietra (2020), digitalisasi dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi CO₂ melalui optimalisasi rute perjalanan dan peningkatan efisiensi armada. Penerapan Intelligent Transport System (ITS) sebagaimana dilakukan di Kota Bandung menunjukkan potensi teknologi cerdas dalam mengurangi kemacetan serta meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Integrasi ITS dengan layanan transportasi berbasis permintaan akan mendorong efisiensi perjalanan sekaligus menurunkan emisi dari kendaraan yang terlalu lama berada di jalan.

Baca juga : PSIM Bersiap Hadapi Macan Kemayoran Di SUGBK

Kendaraan Listrik dan Dampaknya terhadap Layanan Transportasi Berbasis Permintaan

Elektrifikasi kendaraan merupakan solusi paling konkret untuk menekan emisi sektor transportasi. Di Indonesia, perkembangan kendaraan listrik menunjukkan tren positif: populasinya meningkat sekitar 136 persen dari 2023 ke 2024.

Operator transportasi online turut mengambil langkah strategis. Grab, misalnya, telah mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi armada, tetapi juga berhasil menekan lebih dari 30.000 ton emisi karbon dan menghemat sekitar 11 juta liter bahan bakar.

Selain motor listrik, Grab telah mulai mengoperasikan mobil listrik sebagai armada taksi online, menegaskan komitmen perusahaan terhadap mobilitas rendah emisi.

Baca juga : Tamsil Linrung Ingatkan Mandat Pembangunan Berkeadilan

Gojek juga menunjukkan ambisi serupa dengan menargetkan net-zero emission pada 2030. Sejak 2019, perusahaan ini telah melakukan uji coba kendaraan listrik dan mengembangkan motor listrik untuk para mitra pengemudi.

Pada 2025–2030, Gojek berencana bertransisi menuju armada listrik penuh, antara lain melalui skema kepemilikan kendaraan listrik yang lebih mudah dan terjangkau. Upaya elektrifikasi ini berpotensi besar menurunkan emisi, terutama jika diiringi penguatan infrastruktur pengisian daya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.