Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan PT Indofood untuk kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi muda Indonesia melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN).
RM.id Rakyat Merdeka - Tahun ini, program bantuan riset bagi mahasiswa S1 tersebut genap memasuki usia 20 tahun.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2006, IRN hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal Indonesia.
Program ini juga menjadi kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang telah dimulai sejak 1998.
Baca juga : Buka Rakernis Reskrim, Kapolri Minta Penyidik Hadirkan Rasa Aman Dan Keadilan
Head of Corporate Communications Indofood Stefanus Indrayana mengatakan, IRN merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap lahirnya generasi peneliti muda yang inovatif dan adaptif.
“Melalui IRN, kami berharap semangat peneliti muda Indonesia terus tumbuh menjadi scientific-preneur yang mampu menghadirkan solusi dan peluang usaha berbasis pangan lokal,” ujar Stefanus pada Perayaan 20 Tahun IRN di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Stefanus menambahkan, selama dua dekade berjalan, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Sementara itu, Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB University Purwiyatno Hariyadi, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjawab tantangan masa depan Indonesia, khususnya di bidang pangan dan inovasi.
Baca juga : Danantara Disiapkan Jadi Mesin Investasi Nasional
"IRN tidak hanya mendukung riset akademik, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan kolaboratif bagi mahasiswa agar mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," ujar Purwiyatno.
Tak hanya memberikan bantuan dana penelitian, IRN juga menghadirkan pendampingan dari para pakar lintas disiplin, mulai dari teknologi pangan, pertanian, kesehatan, hingga bioteknologi.
Peserta juga dibekali pelatihan soft skill untuk membangun karakter peneliti muda yang unggul dan tangguh. Dedikasi program ini pun mendapat berbagai penghargaan nasional dan internasional, di antaranya Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2010 dari Enterprise Asia hingga penghargaan Tempo 2024 untuk dukungan terhadap riset akademik mahasiswa.
IRN juga berhasil membangun jejaring alumni lintas generasi yang kini berkiprah sebagai peneliti, akademisi, entrepreneur hingga profesional industri.
Baca juga : Industri Diapers Tertekan Harga Bahan Baku, APKI Ingatkan Gangguan Pasokan
Fenny Martha Dwivany, alumni IRN angkatan 2004 yang kini berkiprah sebagai Guru Besar ITB menyebut IRN menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir yang kritis.
“Pengalaman saya dengan IRN ikut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kristis, sistematis dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak," katanya.
Sementara alumni lainnya, Ratu Salsabila Astrakusuma, menyebut IRN memberinya keberanian mengembangkan inovasi pangan hingga melanjutkan kiprah riset di Lille, Prancis.
Tahun ini, Program Indofood Riset Nugraha 2026–2027 akan kembali dibuka bagi mahasiswa S1 di seluruh Indonesia. Sosialisasi program dimulai Juni 2026, pendaftaran dibuka hingga Agustus 2026, dan pengumuman penerima dana riset dijadwalkan pada September 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.