Dark/Light Mode

Dony Jelaskan Arah Ekonomi RI

Danantara Disiapkan Jadi Mesin Investasi Nasional

Kamis, 23 April 2026 06:35 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. (Foto: Instagram/danantara.indonesia)
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. (Foto: Instagram/danantara.indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria membeberkan arah baru ekonomi Indonesia. Pemerintah kini menggeser fondasi pembangunan dari pertumbuhan artificial menuju pertumbuhan yang lebih fundamental. Di saat yang sama, Danantara disiapkan sebagai mesin investasi nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi

Pesan itu disampaikan Dony dalam acara Pertamina di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, jajaran komisaris, serta pegawai Pertamina. 

Dalam sambutannya, Dony menekankan pentingnya peran BUMN sebagai bagian dari pemerintah. Ia meminta seluruh insan pelat merah memahami arah kebijakan negara, sekaligus aktif menjelaskannya kepada masyarakat. 

“Kita ini pegawai negara, bagian dari pemerintah. Jadi harus paham dan bisa menjelaskan kenapa kebijakan itu diambil,” ujar Dony. 

Baca juga : Realisasi Investasi Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Ia menyoroti maraknya keraguan publik terhadap program pemerintah, terutama di media sosial. Menurutnya, banyak kritik muncul karena kebijakan dipahami secara sepotong. “Jangan sampai kita diam. Kita harus jadi yang paling depan men jelaskan,” tegasnya. 

Tiga Pilar Utama: Pangan, Energi, dan SDM 

Dony menjelaskan, arah kebijakan pemerintah saat ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, ketahanan pangan. Pemerintah mendorong swasembada melalui pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, serta perbaikan distribusi pupuk. Ia mencontohkan perubahan skema bisnis pupuk yang sebelumnya berbasis cost plus. Skema tersebut dinilai tidak efisien karena mendorong biaya tinggi. 

“Sekarang kita ubah menjadi market based. Dampaknya harga pupuk bisa ditekan,” katanya. 

Selain itu, pemerintah juga membentuk Koperasi Desa Merah Putih untuk memperpendek rantai distribusi dan memperkuat ekonomi desa dan melindungi petani dari praktik yang merugikan. “Negara yang berdaulat itu harus mampu berdiri sendiri di bidang pangan,” tegasnya. 

Baca juga : Rano: DKI Akan Olah Sampah Jadi Listrik

Pilar kedua adalah ketahanan energi. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. 

Langkah yang dilakukan antara lain hilirisasi sumber daya, termasuk konversi batu bara menjadi gas (DME), serta pengembangan jaringan gas rumah tangga. Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan kilang dan pengembangan energi terbarukan seperti biofuel.

“Kita tidak hanya bicara biaya, tapi juga bagaimana mengurangi impor dan menjaga devisa negara,” ujar Dony. 

Ia menekankan, kebijakan energi harus dilihat secara menyeluruh, termasuk dampak jangka panjangnya bagi kemandirian nasional. 

Baca juga : Inter Gila Patahkan Hati Como

Pilar ketiga adalah penguatan sumber daya manusia. Pemerintah menilai kualitas SDM menjadi penentu utama kemajuan bangsa. Dony menyoroti masih tingginya angka stunting dan keterbatasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Untuk itu, pemerintah meluncurkan berbagai program seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekolah rakyat, hingga pengembangan sekolah unggulan. 

Menurut Dony, pendidikan menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Kalau kita ingin maju, kita harus punya SDM yang sehat dan cerdas,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.