RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Trisakti melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pengembangan Wilayah Tahun 2026 di Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas produksi, manajemen, dan pemasaran berbasis potensi lokal.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, M.T., IPM., ASEAN Eng., dengan didukung oleh tim anggota lintas disiplin ilmu yang terdiri dari Dr. Ir. Rini Setiati, M.T., IPU., ASEAN Eng., Dr. B. Medina Nilasari, S.E., M.M., dan Ari Apriani, S.E., M.M.
Kolaborasi keilmuan ini mencakup bidang Teknik Perminyakan, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Pemasaran.
Turut berpartisipasi aktif empat mahasiswa Universitas Trisakti yang tergabung dalam kelompok PkM BIMA ini yakni Arsya Akbar Alghifari (Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan/FALTL), Nadya Bunga Permata Putri (FALTL), Ardiansyah Guntur Saputra (Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi/FTKE), Syaridah Faradillah (FTKE).
Pelaksanaan kegiatan PkM di Desa Ciambar mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Ciambar Suparkah, S.Pd.I., Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Ciambar Abdul Halim, S.Pd. sebagai Mitra Kelompok I, Ketua Karang Taruna Desa Ciambar Dzulzikri sebagai Mitra Kelompok II, serta masyarakat di lingkup Desa Ciambar.
Baca juga : Universitas Trisakti Dorong Transformasi Industri Hijau UMKM Dodol D’Tungku Bojonggede
Kedua mitra menunjukkan potensi strategis yang besar melalui semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap inovasi. Potensi tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah dan dukungan penuh dari pemerintah desa.
Program ini dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi, manajemen, dan pemasaran secara bertahap dan terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sederhana dan aplikatif. Melalui pelatihan, pendampingan, serta pemanfaatan platform digital secara berkelanjutan, diharapkan dapat mendorong kemandirian usaha kelompok tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, terdapat beberapa permasalahan prioritas yang dihadapi oleh kedua mitra. Permasalahan utama adalah belum dimanfaatkannya limbah kulit singkong sebagai bahan baku bernilai ekonomi secara efektif, ketiadaan sistem produksi dan keuangan yang terdokumentasi dan terintegrasi, serta belum terbentuknya strategi pemasaran berbasis data dan teknologi. Selain itu, kekurangan keterampilan teknis, kapasitas SDM yang rendah, serta tidak adanya sistem digital untuk pencatatan dan evaluasi penjualan menjadi hambatan dalam pengembangan usaha.
Menjawab permasalahan tersebut, pelaksanaan program pada Kelompok Mitra I dan Kelompok Mitra II difokuskan pada penguatan aspek produksi dan manajemen. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyuluhan potensi kulit singkong, demonstrasi pengolahan limbah menggunakan Biocrusher, pelatihan teknis pembuatan biobriket dan pakan ternak, pendampingan penggunaan alat produksi, pendampingan efisiensi produksi, pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pendampingan alur kerja dan pembagian tugas, serta pelatihan manajerial dasar.
Tahap berikutnya dilaksanakan pelatihan teknis pembuatan biobriket dan pakan dengan metode pelatihan aplikatif dan simulasi. Mitra dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan penggunaan alat produksi secara langsung untuk meningkatkan kemampuan operator dalam menjalankan peralatan.
Baca juga : FORTE 2026 Dorong Generasi Muda Kedokteran Gigi Terus Berkembang
Rangkaian teknologi yang direncanakan dan diterapkan dalam program ini mencakup alat pencacah kulit singkong, alat fermentasi bahan pakan, cetakan biobriket, alat penepung, rak pengering, timbangan digital, serta peralatan pendukung lainnya.
Untuk mendukung keberlanjutan produksi, PkM ini dilengkapi dengan alat pendukung berupa Mesin Pencacah Kompos Kapasitas 1.000 kg sebanyak 2 unit, Mesin Pencacah Kompos Kapasitas 200 kg sebanyak 2 unit, Mesin Penepung (Disk Mill) 1 unit, dan Mesin Pengering Oven Kapasitas 5 rak susun 1 unit.
Pendampingan kemudian diarahkan pada efisiensi proses produksi. Mitra penerima manfaat bersama tim PkM melakukan evaluasi terhadap proses kerja dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan. Dengan demikian, teknologi yang diterapkan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk membangun pemahaman mitra mengenai penggunaan alat dan proses produksi yang lebih terstruktur.
Pada kegiatan selanjutnya, mitra penerima manfaat dan tim PkM menyusun alur kerja dan pembagian tugas melalui diskusi terstruktur dan observasi pekerjaan. Tahapan ini bertujuan agar setiap anggota memahami peran masing-masing dan kegiatan produksi dapat dilakukan secara lebih terorganisasi.
Penguatan manajemen dilanjutkan melalui pelatihan manajerial dasar dengan metode simulasi manajemen tim kerja. Kelompok Mitra I dan Kelompok Mitra II belajar mengenai pengaturan shift dan tim kerja, sehingga mulai terbentuk pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya manusia dalam proses produksi.
Baca juga : Universitas Trisakti Kembangkan Sistem Budidaya Maggot dan Lele di Depok
Tim PkM Universitas Trisakti menyampaikan ucapan terima kasih:
- Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan dan kepercayaan yang diberikan sehingga program PkM BIMA 2026 dapat terlaksana.
- Kepala Desa Ciambar Suparkah, S.Pd.I. atas sambutan hangat, dukungan, fasilitas, dan kerja sama yang luar biasa selama pelaksanaan kegiatan di Desa Ciambar.
- Ketua Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Ciambar, Abdul Halim, S.Pd., sebagai Mitra Kelompok I, atas partisipasi aktif, semangat belajar, dan komitmen dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan.
- Ketua Karang Taruna Desa Ciambar, Dzulzikri, sebagai Mitra Kelompok II, atas antusiasme, keterbukaan terhadap inovasi, dan kolaborasi yang sangat baik dalam upaya pengembangan potensi limbah kulit singkong.
- Seluruh masyarakat di lingkup Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, atas dukungan, partisipasi, dan kebersamaannya sehingga kegiatan pengabdian ini berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
"Semoga sinergi antara Universitas Trisakti, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Ciambar ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat desa," demikian bunyi keterangan Tim PkM Universitas Trisakti yang diterima redaksi, Minggu (16/8/2026).
Seluruh kegiatan PkM Skema Pengembangan Wilayah Tahun 2026 di Desa Ciambar - Sukabumi ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
"Tim Pelaksana PkM Universitas Trisakti menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek, atas dukungan pendanaan dan kepercayaan yang diberikan, sehingga program PkM BIMA 2026 di Desa Ciambar dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup keterangan tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.